Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Kasus Baru Covid-19 Bertambah 2 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2020

Banda Aceh—Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, per tanggal 08 Agustus 2020, pukul 19.00 WIB.

Ia melaporkan jumlah kasus Covid-19 di Aceh secara akumulatif mencapai 547 orang, yakni sebanyak 378 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan,  148 orang sudah sembuh, dan 21 orang meninggal dunia.

Kasus baru Covid-19 yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 2 orang, masing-masing 1 orang warga Kabupaten Nagan Raya dan 1 orang warga Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia.

Satu orang yang meninggal dunia, sesuai laporan dari Koordinator Pelayanan Tim PIE Covid-19 RSUDZA, dr Novina Rahmawati, laki-laki umur 69 tahun warga Nagan Raya yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh sejak 23 Juli 2020. Almarhum meninggal di RICU-RSUDZA, Sabtu (8/9/2020) sekira, pukul 3.30 WIB.

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 6 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.369 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.333 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 36 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 151 kasus. Dari jumlah tersebut, 9 pasien masih dalam penanganan tim medis dan 137 telah sehat dan 5 orang lainnya telah meninggal dunia, demikian SAG [*]

The post Kasus Baru Covid-19 Bertambah 2 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pelanggar Protokol Kesehatan Terancam Dikenakan Sanksi di Aceh

Sabtu, 08 Agustus 2020

Banda Aceh—Pelanggar Protokol Kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terancam sanksi di Aceh. Pemerintah Aceh telah membuat Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh tentang Peningkatan Penanganan Covid-19 di Aceh, yang isinya antara lain mengatur tentang sanksi bagi mereka yang abai pada pencegah virus corona.

“Rancangan Pergub telah dipersiapkan, dan akan disosialisasikan pada Rapat Koordinasi Forkopimda dan bupati/walikota se-Aceh, Selasa (11/8/2020) mendatang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media, Jumat (7/8/2020) malam.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani memberikan keterangan kepada awak media di Banda Aceh, Jumat (7/8/2020) malam.

Menurut Jubir yang biasa disapa SAG itu, sebelum ditetapkan dan dilembardaerahkan, Pergub Aceh yang memuat sanksi itu perlu dikoordinasi dengan Forkopimda dan bupati/walikota dari seluruh Aceh agar memiliki persepsi yang sama.

“Bila ada masukan dari masyarakat dan stakeholder lainnya juga akan dipertimbangkan,” ujarnya.

SAG menjelaskan, Rancangan Pergub Aceh tentang Peningkatan Penanganan Covid-19 tersebut, antara lain, mengatur tentang sanksi administrasi dan sanksi sosial. Sanksi administrasi mulai berbentuk teguran lisan, teguran tertulis, hingga pencabutan izin usaha. Sementara bentuk sanksi sosial, seperti diwajibkan membaca Al-Quran.

“Berat-ringannya sanksi sangat tergantung pada tingkat pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut SAG mengatakan, bahkan tidak tertutup kemungkinan pemberlakuan pembatasan sosial tertentu, seperti pemberlakuan jam malam, sebagaimana pernah diterapkan sebelumnya. Namun, sebelum keputusan pembatasan sosial tertentu itu diambil akan dikonsultasikan dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komite Penanganan Covid-19 Pusat.

Selain itu, di daerah akan dikoordinasikan dengan Forkopimda dan bupati/walikota, serta disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan terkait dengan penerapan protokol kesehatan di segala sektor kehidupan masyarakat, jelas SAG.

Ia mengatakan, Pergub Aceh yang disertai dengan sanksi itu disusun berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Presiden mengintruksikan gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyusun dan menetapkan peraturan yang memuat kewajiban mematuhi protokol kesehatan, perlindungan kesehatan masyarakat, dan kewajiban mematuhi protokol kesehatan tersebut dikenakan kepada perorangan, pelaku usaha, pengelola penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, urai SAG.

“Rencana menjatuhkan sanksi administrasi atau sanksi sosial ini mungkin tak disukai semua orang, namun Pemerintah Aceh harus melindungi masyarakat Aceh dari korban virus corona, yang ditularkan oleh mereka yang abai pada protokol kesehatan,” pungkas SAG []

The post Pelanggar Protokol Kesehatan Terancam Dikenakan Sanksi di Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kasus Baru Covid-19 Aceh Bertambah Delapan Orang, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 07 Agustus 2020

Banda Aceh—Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, per tanggal 07 Agustus 2020, pukul 19.00 WIB.

Ia melaporkan jumlah kasus Covid-19 di Aceh secara akumulatif mencapai 545 orang, yakni sebanyak 384 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan, 141 orang sudah sembuh, dan 20 orang meninggal dunia.

Kasus baru Covid-19 yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 8 orang yang meliputi warga Aceh Timur 2 orang, Banda Aceh, Aceh Besar, dan warga Kota Lhokseumawe, masing-masing 1 orang. Sedangkan 3 orang lainnya merupakan warga dari luar daerah, yang salah satu warga luar daerah itu meninggal dunia.

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 3 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.363 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.332 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 31 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 151 kasus. Dari jumlah tersebut, 9 pasien masih dalam penanganan tim medis dan 137 telah sehat dan 5 orang lainnya telah meninggal dunia.

Menurut SAG, virus corona telah menginfeksi segala usia di Aceh. Orang tua, remaja, Balita, hingga bayi. Bahkan tenaga medis pun tak luput dari serangannya.

“Karena itu mari lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan panik tapi tetaplah waspada,”pungkas SAG[*]

The post Kasus Baru Covid-19 Aceh Bertambah Delapan Orang, Satu Meninggal Dunia appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Aceh Perintahkan Perketat Penjagaan Perbatasan

Jumat, 07 Agustus 2020

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan para bupati di wilayah perbatasan Aceh untuk memperketat penjagaan perbatasan sebagai langkah menanggulangi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh.

Perintah tersebut dikeluarkan Nova melalui suratnya bernomor 440/10863 yang dikeluarkan di Banda Aceh pada 4 Agustus 2020.

Surat itu ditujukan kepada para bupati yang wilayahnya berbatasan langsung dengan provinsi luar Aceh. Mereka adalah Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Tenggara, Bupati Singkil dan Walikota Subulussalam.

Pengetatan penjagaan perbatasan dimaksudkan untuk memantau pergerakan orang yang masuk ke wilayah Aceh melalui daerah tersebut.

“Lebih meningkatkan penjagaan perbatasan dengan tidak mengizinkan orang masuk dan keluar perbatasan Aceh jika tidak memiliki Surat Tugas / Keterangan Perjalanan dari Lembaga Pemerintah, Swasta atau Keuchik atau nama lain dan Surat Keterangan Bebas Covid-19 dari instansi berwenang,” bunyi salah satu poin surat Plt. Gubernur Aceh.

Dalam poin berikutnya, Plt. Gubernur Aceh juga meminta para bupati untuk menyampaikan laporan terhadap pelaksanaan penjagaan perbatasan selama ini khususnya terkait kemajuan, kendala maupun hambatan di lapangan sebagai masukan untuk evaluasi dan perbaikan lebih lanjut.

Surat tersebut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Kepala Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Nanggroe, Ketua DPRA, Pangdam IM, Kapolda Aceh, serta sejumlah pimpinan instansi lainnya di Aceh. []

The post Plt Gubernur Aceh Perintahkan Perketat Penjagaan Perbatasan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.