Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

[Video] Wagub Pimpin Upacara Peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2017

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Wagub Pimpin Upacara Peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2017

The post [Video] Wagub Pimpin Upacara Peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2017 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pawai Tahun Baru Islam Di Aceh Timur Meriah

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

IDI – Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memeriahkan perayaan Tahun Baru Islam 1439 hijriyah di Kab. Aceh Timur, Selasa 26 September 2017. Pawai yang sudah menjadi agenda rutin tahun itu dilepas Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, S.Ik, M.Hum, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala SKPK, para kabag dalam lingkungan Setdakab Aceh Timur dan Muspika Kecamatan Idi Rayeuk.

Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib atau Rocky dalam sambutan mengatakan, seragam dan pakaian peserta pawai yang digunakan dalam even itu merupakan pakaian umat Islam yang sebenarnya sesuai dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

“Seperti inilah pakaian kita sesuai ajaran Islam, baik laki-laki atau perempuan,” kata suami Hj. Fitriani itu seraya menunjuk ke arah peserta pawai. Diharapkan juga, muslim dan muslimah yang sudah aqil baligh untuk menutup aurat sesuai dengan had (batasan—red) yang telah diatur dalam syar’i.

Momentum Tahun Baru Islam, orang nomor satu di Aceh Timur ini juga mengharapkan agar umat Islam khususnya pelajar dapat memanfaatkan dengan berhijrah dari yang tidak baik ke arah yang baik terutama akhlak dan tingkatan belajarnya.

“Mari kita introspeksi diri dan berusaha untuk berbuat yang terbaik, baik untuk keluarga kita atau untuk diri kita sendiri, sehingga kita benar-benar menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, amin ya rabbal ‘alamin,” harap Rocky.

The post Pawai Tahun Baru Islam Di Aceh Timur Meriah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Aceh Tengah Beri Pembekalan 850 Pengawas Syariat Islam

Selasa, 26 September 2017
 
Humas Aceh | 26 Sep 2017
Takengon- Sebanyak 850 pegawas Syariat Islam tingkat kampung di Kabupaten Aceh Tengah mengikuti pembekalan yang mulai berlangsung, Senin 25 September 2017 di Gedung Olah Seni Takengon. 

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tengah, Alam Syuhada menyebutkan pembekalan dilaksanakan dua hari hingga 26 September 2017 dengan narasumber diantaranya Kapolres dan Dandim Aceh Tengah
“Pengawas syariat ini berasal dari 114 Kampung di 14 kecamatan yang unsurnya terdapat perangkat kampung, tokoh masyarakat, pemuda, Babinsa dan Babinkamtibmas,” ujar Alam disela kegiatan pembekalan.
Menurut Alam melalui pembekalan diharapkan para pengawas syariat Islam mengetahui kewenangan yang menjadi tugas dan fungsi masing-masing untuk mewujudkan efektifitas penerapan syariat Islam di daerah itu
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin ketika membuka acara tersebut mengatakan perlunya setiap pengawas menjadi contoh ditengah masyarakat.
“Mulai dari individu mencontohkan prilaku dan akhlak yang islami, sebelum mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbuatan yang melanggar syariat,” kata Nasaruddin.
Ditambahkannya, peran pengawas syariat tersebut membantu ulama dan da’i yang selama ini sudah berdakwah ditengah masyarakat.
“Melalui peran pengawas Syariat Islam ini nantinya diharapkan lebih mengedepankan upaya pencegahan, sehingga dapat meminimalkan indikasi pelanggaran syariat atau bahkan kalau bisa hingga tidak ada sama sekali,” demikian Nasaruddin yang turut menekankan pentingnya kegiatan serupa dilakukan berkesinambungan. (MK)

The post Aceh Tengah Beri Pembekalan 850 Pengawas Syariat Islam appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kapolri Minta Perguruan Tinggi Masukkan Materi Radikalisme Dalam Mata Kuliah

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Nusa Dua – Dalam Seminar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di Bali Nusa Dua Convension Center (BNDCC) pada Senin 25 September 2017 Kapolri Jend (Pol) M Tiito Karnavian meminta perguruan tinggi di Indonesia memasukkan materi radikalisme dalam mata kuliah.

“Masalah terorisme dan radikalisme itu seharusnya menjadi mata kuliah di Universitas. Karena masalah terorisme dan radikalisme ini menjadi masalah yang komplek,” kata Kapolri menjawab tindakan kongrit guna menghalau paham radikalisme di Indonesia dari salah seorang peserta.

Menurut Kapolri, dalam implementasinya dalam menghalau radikalisme di Indonesia dibutuhkan integrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi melihat masalah radikalisme begitu komplek di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyesalkan masuknya paham radikalisme di kampus-kampus yang ada di Indonesia.  .

“Di tataran implementasi memang masih ada permasalahan radikalisme, intinya  harus ada sinergi, intregrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kampus merupakan driving force bagi perubahan di Indonesia. Tapi saya sesalkan ada perguruan tinggi yang masuk idiologi radikal tersebut. Kami dari kepolisian siap bekerjasama dengan Perguruan tinggi untuk menangani masalah ini.” Tegas Kapolri.

Menurut Tito, tujuan dari radikalisme selalu ingin melemahkan keberadaan pemerintah, guna mengambil keuntungan politik dengan ancaman kekerasan.

“Tujuannya, mendelegitimasi pemerintah, dengan ancaman kekerasan. Itulah tujuanya mendelegitamasi pemerintah sampai tidak mampu melindungi warganya, nah dimana posisi radikalisasi, pengambilalihan kekuasaan,” tambahnya.

Selain itu, Menteri Agama Republik Indonesia, H. Lukman Hakim Saifuddin menyatakan kelompok moderat di Indonesia harus lebih banyak bersuara guna menghadapi kelompok-kelompok radikal.

“Orang melakukan tindakan ekterm secara berlebihan, masalahnya tentu komplek, mereka berorentasi pada masa lalu, tidak punya harapan terhadap masa depannya. Seakan-akan dengan mengorbankan diri sendiri, dan orang lain adalah satu-satunya cara yang paling aman untuk mendapatkan syurga. Wawasan keagamaan menjadi penting, bagaimana mengembalikan pemahaman radikalisme extrem. Kalangan moderat dan perguruan tinggi harus lebih bersuara untuk mejelaskan moderasi Agama itu,” kata Lukman Hakim.

“Orang Moderat itu militasni itu terbatas, dia bisa memaklumi keadaan dan tantangan zaman, tantanganya orang moderat harus lebih banyak bersuara, untuk membangun bangsa ini,” tambah Lukman.

“Radikalisme itu rongsokan dari peradaban Arab yang sedang kalah, mengapa harus kita beli disini,” kata Buya Syafii Maarif.

Dalam seminar tersebut, ditegaskan bahwa perguruan tinggi di Indonesia harus menjadi benteng utama untuk  tumbuh kembangnya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Jadikan perguruan tinggi sebagai penjaga sekaligus  benteng utama tumbuh dan hidupnya nilai-nilai pancasila berlandaskan tridarma perguruan tinggi, untuk menyangkal dan menolak berkembangnya paham radikalisme dan torisme, intolenrasni dan hidupnya paham-paham yang anti NKRI, Anti Pancasila, Anti UUD 194 dan  Bhinika  Tunggal Ika.”.

“Sangat penting dilakukan tindakan nyata aktual dan kongktit pada masa kini oleh perguruan tinggi, untuk melakukan aksi kebangsaan melawan radikalisme di kampus masing-masing pasca acara ini. Untuk mengelorakan persatuan kebangsaan berlandaskan semangat kebangsaan, gotong royong, keadilan sosial dan kemanusiaan.”

The post Kapolri Minta Perguruan Tinggi Masukkan Materi Radikalisme Dalam Mata Kuliah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Puluhan Pimpinan Perguruan Tinggi Asal Aceh Berkumpul di Bali

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Nusa Dua – Puluhan Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta  asal Aceh sejak Sabtu 23 September 2017 mulai berdatangan di Bali guna mengikuti  “Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme”, di Nusa Dua Convension Center (BNDCC) Senin 25-26 September 2017.

Dari pantauan media ini pimpinan perguruan tinggi asal Aceh yang sudah hadir di BNDCC antara lain Rektor Universitas Syahkuala (Unsyiah)  Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal, M. Eng, Pembantu Rektor II Universitas Abulyatama (Unaya) Drs. Saifuddin, M. Pd, Rektor Universitas Islam Neger (UIN) Ar Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, Rektor Universitas Iskandar Muda (Unida) Prof. Dr. Syafii Ibrahim, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr. Apridar, Rektor Universitas Gunung Lauser (UGL) Ahadin, dan Direktur Politeknik Aceh Selatan Ilham Maulana.

Puluhan perguruan tinggi lainnya, seperti Akper Kesdam Lhoksumawe, Al Muslim Bireun, Universitas Samudara Langsa, ISBI Aceh, STAIN Meulaboh, STKIP Bina Bangsa, dan UUI Banda Aceh juga sudah mendaftar menjadi peserta di BNDCC.

Hingga pukul 12:30 WITA jumlah peserta yang hadir di BNDCC dari seluruh Indonesia sudah mencapai dua ribu peserta.

Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme rencananya akan diikuti oleh 4000 lebih pimpinan Perguruan tinggi Se-Indonesia. Acara tersebut akan dibuka oleh Kemenristek dan Dikti Prof H. Muhammad Nasir, Ph. D, Ak.

Materi seminar kebangsaan dengan judul “Lembaga Pendidikan Tinggi sebagai Benteng Pancasila dan NKRI” diisi oleh Kapolri Jend (Pol) M Tiito Karnavian, Kemenag RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, Tokoh Ormas Muhammadiyyah Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Marif dan Yudi Latief, Ph.D, pada pukul 13:00 s/d 15.30 WITA siang ini.

Puluhan Pimpinan Perguruan Tinggi Asal Aceh Berkumpul di Bali

Nusa Dua – Puluhan Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta  asal Aceh sejak Sabtu 23 September 2017 mulai berdatangan di Bali guna mengikuti  “Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme”, di Nusa Dua Convension Center (BNDCC) Senin 25-26 September 2017.

Dari pantauan media ini pimpinan perguruan tinggi asal Aceh yang sudah hadir di BNDCC antara lain Rektor Universitas Syahkuala (Unsyiah)  Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal, M. Eng, Pembantu Rektor II Universitas Abulyatama (Unaya) Drs. Saifuddin, M. Pd, Rektor Universitas Islam Neger (UIN) Ar Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, Rektor Universitas Iskandar Muda (Unida) Prof. Dr. Syafii Ibrahim, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr. Apridar, Rektor Universitas Gunung Lauser (UGL) Ahadin, dan Direktur Politeknik Aceh Selatan Ilham Maulana.

Puluhan perguruan tinggi lainnya, seperti Akper Kesdam Lhoksumawe, Al Muslim Bireun, Universitas Samudara Langsa, ISBI Aceh, STAIN Meulaboh, STKIP Bina Bangsa, dan UUI Banda Aceh juga sudah mendaftar menjadi peserta di BNDCC.

Hingga pukul 12:30 WITA jumlah peserta yang hadir di BNDCC dari seluruh Indonesia sudah mencapai dua ribu peserta.

Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme rencananya akan diikuti oleh 4000 lebih pimpinan Perguruan tinggi Se-Indonesia. Acara tersebut akan dibuka oleh Kemenristek dan Dikti Prof H. Muhammad Nasir, Ph. D, Ak.

Materi seminar kebangsaan dengan judul “Lembaga Pendidikan Tinggi sebagai Benteng Pancasila dan NKRI” diisi oleh Kapolri Jend (Pol) M Tiito Karnavian, Kemenag RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, Tokoh Ormas Muhammadiyyah Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Marif dan Yudi Latief, Ph.D, pada pukul 13:00 s/d 15.30 WITA siang ini.

keterangan Foto: Puluhan Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta  asal Aceh mengikuti  “Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Melawan Radikalisme”, di Nusa Dua Convension Center (BNDCC) Senin 25-26 September 2017.

The post Puluhan Pimpinan Perguruan Tinggi Asal Aceh Berkumpul di Bali appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Komiditi UMKM di Banda Aceh diteliti, Yang Unggulan Akan dibina

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Banda Aceh – Bank Indonesia bekerjasama dengan IPB dan Pemko Banda Aceh melakukan penelitian terhadap Komoditi, Produk dan Jenis Usaha Unggulan (KPJU) UMKM di Banda Aceh. Sedikitnya ada 10 komditas lintas sektor, seperti pariwisata, kuliner, jasa, transportasi, perikanan, industri pengolahan, perdagangan dan pertanian yang dilakukan penelitian untuk kemudian ditetapkan sebagai produk unggulan dari Banda Aceh.

Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh Iskandar S Sos MSi, Senin (25/9/2017) di ruang rapat Sekdakota Banda Aceh.

FGD ini diikuti oleh Deputi Kepala perwakilan BI Provinsi Aceh Teuku Munandar, perwakilan BNI, Bank Aceh, Kabag perekonomian Muhammad Ridha SSTP MT MSc dan Dinas terkait jajaran Pemko Banda Aceh seperti Disperindag, BPM dan Bappeda.

Cepi, dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan FGD, pihaknya melakukan penelitian ke sembilan kecamatan di Banda Aceh untuk melihat langsung komoditi UMKM apa saja di Banda Aceh yang nantinya akan dinilai dan ditetapkan sebagai produk unggulan.

Produk unggulan ini, lanjutnya nantinya akan dibina oleh Pemko bersama BI dan didorong untuk terus berkembang sehingga menghasilkan produk dengan standar tertentu yang kemudian dapat bersaing dengan produk dari daerah lain, bahkan untuk bersaing dengan produk Negara lain karena akan diimpor.

“Manfaat dari penetapan KPJU unggulan ini, untuk mendapatkan informasi mendasar untuk pembinaan dan pengembangan UMKM. Kemudian komoditas unggulan ditetapkan agar fokus dalam perumusan kebijkana dan program untuk pembinaan dan pengembangan UMKM, yakni pengembangan ekonomi wilayah, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya saing,” tammbah Cepi.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Teuku Munandar mengatakan IPB sudah ditetapkan menjadi mitra dalam rangka melakukan penelitian komoditas unggulan UMKM diseluruh Indonesia. Menurutnya, dari sisi tugas memang tidak terkait langsung, tapi BI merasa terpanggil dan turun karena produk UMKM perlu dibina dalam rangka memberdayakan masyarakat ekonomi kecil dan menengah.

“Ini berkaitan dengan inflasi karena kalau UMKM tidak diberdayakan akan berdampak pada lemahnya ekonomi kecil dan menurunnya daya beli masyarakat. Makanya kami turun dan salah-satu caranya memberdayakan UMKM,” ujar Teuku Munandar, Deputi dari BI.

Asisten Perkonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Iskandar S Sos MSi menyambut baik FGD digelar dan kegiatan penelitian yang dilakukan IPB. Menurutnya, ini akan menjadi kegiatan positif karena dapat mendorong berkembangnya UMKM dan mengenalkan produk mereka hingga ke manca Negara.

Lanjutnya, selama ini memang sudah pernah dilakuan pembinaan oleh Pemko terhadap perajin dan UMKM di Banda Aceh dengan berbagai program.

“Kita sudah memulai dengan program One Village One Product (OPOV). Sudah ada 846 produk mereka dan sudah ada 50 produk yang sudah go Nasinoal dan Internasional. Pemerintah juga sudah memberdayakan mereka dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tapi data kita dulunya kurang valid dan tidak upadate,” ujar Iskandar.

Katanya juga, UMKM di Banda Aceh juga menemui sejumlah kendala dalam mengembangkan usaha mereka, terutam persoalan modal dan akses pasar.

“Karenanya, saya pikir dengan adanya BI dan Perbankan dalam program ini akan menemukan solusi yang akhirnya bisa membantu UMKM,” tutup Iskandar. (mkk)

The post Komiditi UMKM di Banda Aceh diteliti, Yang Unggulan Akan dibina appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wabup Berikan Penghargaan Pengabdi, Perintis, dan Duta Lingkungan

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

REDELONG : Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi usai apel bersama di jajajaran Pemerintahan yang berlangsung di halaman upacara Setdakab setempat, Senin (25/9).

Pantauan dilapangan, pemenang Kalpataru tingkat Kabupaten Bener Meriah Tahun 2017, katagori pengabdi lingkungan diraih oleh Lamuddin Warga Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit.

Katagori perintis lingkungan diraih oleh Bambang Purnomo, SP, warga Kampung Bener Kelipah, Kecamatan Bener Kelipah.

Sementara itu pemenang duta lingkungan tingkat Kabupaten Bener Meriah Tahun 2017, peringkat pertama diraih oleh Pida Darliansyah, siswa MAN 3 Bener Meriah, peringkat kedua diraih oleh Dhea Aurora, siswi SMA Negeri Unggul Binaan. Dhea juga menjadi juara favorit putrid duta lingkungan tingkat Provinsi Aceh.

Selain itu pemenang duta lingkungan tingkat Kabupaten Bener Meriah, diposisi ketiga diraih oleh Dina Ayu Lestari, siswi MAN 3. Selain Wakil Bupati Tgk. H. Sarkawi,  piala dan piagam serta uang pembinaan juga diserahkan oleh Sekda Drs. Ismarissiska, MM dan Kepada Lingkungan Hidup Ahmad Readi.

The post Wabup Berikan Penghargaan Pengabdi, Perintis, dan Duta Lingkungan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pengusaha Kopi Bener Meriah Teken MoU Kerjasama Perdagangan Kopi Dengan Pengusaha Kopi Turki

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Istanbul : Hari kedua gelaran Istanbul Coffee Festival (ICF) di Turki tepatnya Tanggal 22 September 2017 menjadi momen penting bagi delegasi Bener Meriah yang membawa brand Arabika Gayo Coffe, karena tanpa diduga sebuah perusahaan asal Turki tertarik untuk membeli kopi Gayo.

Perusahaan tersebut adalah Del Piona milik pengusaha sukses Fatih Topuz yang merupakan pemasok kopi terbesar di Turki dan sebagaian wilayah Eropa. Dalam pertemuan itu Fatih mengungkapkan, ketertarikannya kepada kopi Gayo saat menjadi peserta seminar kopi Gayo yang dilaksanakan sebelumnya, dimana Bupati Ahmadi sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Kesempatan emas ini langsung disambut baik oleh pengusaha asal Kabupaten Bener Meriah Muhammad Amin yang merupakan pemilik Gayo Mandiri Coffe yang langsung mengajukan kerjasama dengan Fatih Topuz, persetujuan kerjasama itu dibubuhi dengan penandatanganan MoU kerjasama yang disaksikan lengsung oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Kabupaten Bener Meriah Ahmadi.

Menurut Muhammad Amin, ini langkah baru bagi perdangan kopi Gayo, karena ini merupakan kesempatan pertama bagi pengusaha kopi Bener Meriah untuk langsung mengekspor kopi ke Turki, karena, sebelumnya Turki tidak pernah menjadi Negara tujuan perdangan kopi asal Gayo.

Ditempat yang sama Bupati Ahmadi, SE mengungkapkan kegiatan seperti itulah yang diharapkan akan terjadi dalam kegiatan Istanbul Coffee Festival (ICF), “ini merupakan hasil yang kita harapkan dari partisipasi Pemerintah Aceh dan Kabupaten Bener Meriah yang ikut dalam gelaran ICF 2017. Alhamdulillah target kita untuk mendapatkan buyer di Turki telah tercapai.”demikain Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE.

The post Pengusaha Kopi Bener Meriah Teken MoU Kerjasama Perdagangan Kopi Dengan Pengusaha Kopi Turki appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pengusaha Asal Turki Akan Investasi Di Bener Meriah

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Istanbul : Tanggal 22 September 2017 lalu Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang investasi pengelolaan geothermal di Gunung Geureundong (Burni Telong-red) Kabupaten Bener Meriah dengan pengusaha Turki Emin Hitay,

Penandatangan yang dilakukan oleh Irwandi Yusuf dengan Emin Hitay setelah kegiatan Aceh Bussines Forum dengan Teman Aceh Invesment Opportunity di Hotel Hilton Boshporus, Istanbul Turki. Selain Gubernur Aceh dalam acara tersebut juga hadir Konjen RI untuk Istanbul Heri Sudrajat, Bupati Bener Meriah Ahmadi, Kepala Dinas Penanaman Modal Aceh dan puluhan pengusaha asal Turki.

Dalam forum bisnis itu Irwandi mempresentasikan potensi investasi di Aceh kepada para pengusaha Turki, antara lain peluang investasi di bidang energy, konstruksi, dan pendidikan.

Diahir kegiatan tersebut, dua pengusaha asal Turki pada kesempatan itu menyatakan siap untuk berinvestasi di Aceh, kesiapan itu diperkuat dengan penandatanganan MoU pengelolaan geothermal Gunung Gereundong yang berada di Kabupaten Bener Meriah dan penandatanganan dengan AKSA serta ENERSIS terkait membangun pembangkit tenaga gas 250 MW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

The post Pengusaha Asal Turki Akan Investasi Di Bener Meriah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ke Istanbul, Ahmadi Sempatkan Sholat Diblue Mosque

Selasa, 26 September 2017

Humas Aceh | 26 Sep 2017

Istandul : Kota Istanbul merupakan kota yang memiliki sejarah yang panjang, kota ini merupakan kota yang pernah dikuasi oleh bangsa Romawi di bawah kepemimpinan Raja Constatine, sehingga kota ini berubah nama menjadi Islambul sejak Sultan Mehmed II atau di kenal denganMuhammad Alfatih menaklukkan kota ini dan saat ini popular dengan nama Istanbul.

Salah satu masjidmegah yang dibangun Sultan Mehmed II ini adalah Blue Mosque yang berdekatan dengan Hadiasopia yang menjadi symbol sejarah panjang Turki Usmani. Dalam helatan Bupati Kabupaten Bener Meriah ke Istandul, beliau menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat di masjid tersebut dan bertemu dengan salah satu Imam besar Masjid Kota Istanbul,.

Bupati Ahmadi saat itu memperkenalkan diri kepada Imam Besar Masjid Bleu Masque bahwa dirinya berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Provinsi  Aceh, Negara Indonesia, dan beliau sangat senang  dengan kehadiran muslim Aceh dan bersedia berfoto bersama di mimbar masjid tersebut. Fakta sejarah mencatat bahwa Aceh memiliki hubungan yang erat dengan Turki sejak jaman kekhalifahan di Turki dan kesultanan di Aceh.

Bupati Ahmadi sangat mengagumi arsitektur bangunan dan sempat mengelilingi beberapa bagian Blue Masque. Dikarenakan jadwal pertemuan dengan para pengusaha Turki sangat padat, Ahmadi belum dapat melihat sekeliling Blue Masque dan Hagian Sophia.

The post Ke Istanbul, Ahmadi Sempatkan Sholat Diblue Mosque appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.