Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Gubernur Ingatkan Bupati/Walikota Sungguh-sungguh Layani Rakyat

Selasa, 21 November 2017

Humas Aceh | 21 Nov 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf didampingi Wakil Gubernur Nova Iriansyah memimpin Rapat Kerja Bupati Walikota Se Aceh Tahun 2017 di Gedung Serba Guna, Kantor Gubernur Aceh, Selasa 21 November 2017.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyappa Bupati dan Walikota yang hadir pada Rapat kerja Bupati/Walikota se-Aceh tahun 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa 21 November 2017. Rapat kerja tersebut diselenggarakan untuk pemantapan pemerintah dan sinergisitas percepatan pembangunan di Aceh.

Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan, Aceh yang damai dan sejahtera hanya bisa didapat melalui  pemerintahan yang bersih, adil dan melayani. Untuk itu Gubernur meminta para Bupati dan Walikota untuk berlaku adil dan benar-benar melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.

Semua pejabat di Aceh, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga diminta untuk tidak menganggap diri layaknya raja. Tetapi sebaliknya, para pejabat harus melayani rakyat dengan sungguh-sungguh. “Saya sudah memberi contoh selama lima tahun lalu, menghilangkan keramat jabatan, Gubernur sama saja seperti rakyat, hanya saja dia diberi tugas untuk memimpin. Jadi tidak ada istilah keramat jabatan gubernur. Berjumpalah dengan rakyat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengatakan, para pemimpin di Aceh harus memahami psikologi masyarakat yang baru saja mengalami masa perang. Semua pemimpin di tingkat Kabupaten / Kota diminta mengayomi masyarakat. “Begitu juga soal pengurusan perizinan, jangan dipersulit, jangat diperlambat, harus dipercepat,” ujarnya.  Selain itu, Gubernur  juga meminta kepada para Bupati dan Walikota agar melakukan singkronisasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten/Kota dengan RPJMA.

“Kondisi hari ini RPJMA telah dilakukan Musrenbang kemarin tgl 20 November 2017. Kami tegaskan kembali kepada Bupati/Walikota bahwa Dokumen RPJMA 2017-2022 ini nantinya agar dijadikan sebagai Pedoman dalam Penyusunan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah, guna mewujudkan integrasi, sinkronisasi dan sinergisitas perencanaan pembangunan antar daerah,” ujar Gubernur.

Gubernur menjelaskan, dokumen RPJMA Tahun 2017-2022 adalah merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Pemerintah Aceh dalam melaksanakan pembangunan dengan jangka waktu 5 tahun ke depan. Gubernur juga merincikan 10 Misi dan 15 Program Unggulan Pemerintah Aceh, dalam rangka mendukung pembangunan Aceh yang berkualitas dan berkelanjutan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Musrenbang RPJMA.

Adapun 15 Program unggulan Pemerintah Aceh yaitu Aceh Seujahtera, Aceh SIAT, Aceh Carong, Aceh Energi, Aceh Meugoe dan Meulaot, Aceh Troe, Aceh Kreatif, Aceh Kaya, Aceh Peumulia, Aceh Dame, Aceh Meuadab, Aceh Teuga, Aceh Green, Aceh Seuninya dan Aceh Seumeugot.

Khusus untuk program unggulan Aceh Seujahtera, melalui JKA PLUS, dalam mensikapi keluhan pasien dan keluarga terkait kelengkapan administrasi pelayanan, diinstruksikan kepada Bupati/Walikota agar membentuk posko di setiap unit pelayanan keseha tan/RSU, dengan menempatkan staf yang memahami dan ramah dalam membantu Pasien sampai tuntas.

“Posko tersebut sudah terbentuk sebelum tanggal 30 November 2017 dilaporkan kepada kami melalui Kepala Dinas Kesehatan Aceh. Selanjutnya terkait dengan 15 program unggulan Pemerintah Aceh tersebut, kami mengharapkan sinergisitas Bupati/Walikota dalam pelaksanaannya secara efektif dan efisien.” Selain itu, Gubernur juga menyampaikan arahan terkai t penyel enggaraan pemerin tahan dan pelaksanaan pembangunan, antara lain terkait Proyek Strategis Nasional, Pertanahan, Kependudukan dan Batas Daerah.

Setelah membuka rapat tersebut Gubernur segera meninggalkan ruangan guna bertolak ke Pulau Weh, Sabang. Rapat selanjutnya dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang didampingi Asisten I Iskandar A Gani, Asisten II Takwallah, serta Asisten III Saidan Nafi.

Selain dihadiri para Bupati/Walikota, rapat tersebut juga diikuti oleh Ketua dan unsur KIP Aceh, Bawaslu Aceh, para Kepala SKPA, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Mulyadi Nurdin, Para Kakanwil Kementerian/Non Kementerian terkait di Aceh, Bappeda, serta sejumlah tamu lainnya.

The post Gubernur Ingatkan Bupati/Walikota Sungguh-sungguh Layani Rakyat appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Sekda Lepas Penerbangan Perdana Lion Air Rute Aceh-Madinah

Selasa, 21 November 2017

Humas Aceh | 21 Nov 2017

Aceh Besar – Perusahaan travel di Aceh dihimbau untuk menyambut rute penerbangan langsung Banda Aceh-Madinah, yang hari ini dimulai oleh Maskapai Lion Air dengan menyajikan paket-paket umrah yang menarik dan sarat dengan kegiatan ibadah. Dengan demikian penerbangan Lion Air ini senantiasa dipadati penumpang. Dengan demikian, PT. Lion Air dapat terus melanjutkan program ini dalam jangka panjang.

Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, mengalungkan kain secara simbolis kepada penumpang penerbangan perdana Lion Air Banda Aceh-Madinah di Bandara Sultan Iskandarmuda, Banda Aceh, Selasa 21 November 2017.

Pesan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara pelepasan perdana penerbangan maskapai Lion Air dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh menuju Bandara Internasional Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, di Aula Bandara SIM, Blang Bintang, Selasa (21/17/2017).

“Saya himbau para penyedia jasa umrah untuk menawarkan paet-paket umrah yang menarik, dengan demikian akan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk beribadah umrah. Pesan saya, kepada para penyedia jasa umrah jangan sampai masyarakat kita yang ingin beribadah umrah justru mengalami kendala dan masalah. Berikanlah pelayanan yang jujur dan maksimal,” pesan Sekda.

Sekda mengungkapkan, bahwa penerbangan ini telah lama ditunggu oleh masyarakat Aceh karena kehadiran penerbangan langsung Aceh-Madinah ini akan memudahkan masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Selama ini masyarakat Aceh yang melaksanakan Umrah agak sulit mendapatkan penerbangan sesuai waktu, sebab terbatasnya jumlah penerbangan Umrah yang ada. Bahkan tidak sedikit dari calon jamaah umrah Aceh harus terbang melalui bandara dari Sumatera Utara atau bahkan dari Bandara Kuala Lumpur,” ungkap Sekda.

Kehadiran penerbangan langsung ini, diyakini Sekda dapat mengatasi permasalahan tersebut. Untuk diketahui bersama, mulai hari ini, Maskapai Lion Air resmi membuka jalur penerbangan langsung dari Aceh-Madinah dengan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737 Max 8. Lion Air menjadwalkan penerbangan Aceh-Madinah sekali seminggu.

Dermawan mengungkapkan, semangat masyarakat Aceh menunaikan ibadah umrah sangatlah tinggi. Dalam setahun jumlah jamaah umrah Bumi Serambi Mekah cukup banyak karena Umrah menjadi salah satu alternatif untuk dapat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, mengingat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji membutuhkan tenggang waktu sangat lama.

Sekda mengungkapkan, saat ini masa tunggu untuk menunaikan ibadah haji di Aceh telah mencapai hampir 25 tahun atau seperempat abad. Jika kondisinya seperti itu, bagi warga yang usianya di atas 50 tahun tentu peluang untuk menunaikan haji relatif sulit.

“Untuk melepaskan kerinduan terhadap Masjidil Haram, ibadah umrah adalah alternatifnya. Itu sebabnya semangat masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah umrah terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan dari Kota Banda Aceh saja, jumlah jamaah umrah per tahun mencapai 700 orang. Belum lagi dari kabupaten/kota lainnya,” imbuh Sekda.

Oleh karena itu, Sekda sangat mengapresiasi dan menyatakan bahwa keputusan Lion Air membuka jalur langsung penerbangan dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah sangatlah tepat.

Sekda meyakini, kehadiran penerbangan ini akan mendorong masyarakat Aceh lebih bersemangat untuk menunaikan berumrah, sebab penerbangan ini membuat beban biaya lebih murah, serta durasi penerbangannya lebih cepat, karena waktu tempuh Aceh-Madinah yang hanya membutuhkan waktu 8 jam saja.

“Kepada para jamaah umrah dan Air crew Lion Air yang bergabung dalam penerbangan pertama ini, kami ucapkan selamat jalan. Semoga penerbangan ini selamat sampai ke tujuan, dan seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah di tanah suci dengan baik,” ucap Sekda.

Sementara itu, Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II, Yos Suwagiyono, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa PT Angkasa Pura II sangat berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata Aceh.

“Angkasa Pura II menerapkan kebijakan bebas landing fee selama 2 tahun, kepada maskapai yang ingin membuka rute penerbangan baru menuju Aceh,” ujar Yos.

Menanggapi hal tersebut, Sekda mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh juga sudah mengundang Qatar Airways untuk membuka penerbangan ke Aceh dan menjadikan Aceh sebagai homebase Qatar Airways di Indonesia.

Acara ditandai dengan penyematan syal kepada perwakilan jama’ah umrah oleh Sekda Aceh dan peusijuek yang dilakukan oleh Abu Muhammad Amin Blang Blahdeh atau yang akrab disapa Abu Tumin dan. Acara diakhiri dengan penyerahan replika pesawat oleh Eksekutif General Manager AP II dan GM Service Lion Air kepada Wali Nanggroe, Sekda Aceh dan Bupati Aceh Besar.

Pesawat Boeing 737 Max 8 dengan nomor penerbangan JT 106 akan mengangkut 175 penumpang tujuan Madinah. Pesawat lepas landas pada pukul 9:45 WIB, dan ditargetkan tiba di Madinah pukul 15:45 Waktu Madinah.

Pesawat akan berhenti selama 30 menit di Trivandrum, India untuk melakukan pengisian bahan bakar. Hari ini, ada tiga penerbangan menuju Madinah yang dilakukan oleh Lion Air, yaitu rute Banda Aceh-Madinah, Solo-Jedah, Makassar-Madinah. (Ngah)

 

The post Sekda Lepas Penerbangan Perdana Lion Air Rute Aceh-Madinah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Gubernur Hadiri Rapat Persiapan Sail Sabang

Selasa, 21 November 2017
SABANG | Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Sail Sabang 2017, di Balaikota Sabang, Selasa 21 November 2017. Sebelum melaksanakan rapat, gubernur bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, terlebih dahulu meninjau lokasi acara, yaitu di pelabuhan CT-3 milik BPKS Sabang.

Dalam rapat yang dipimpin Menteri Arif itu, lebih banyak dibahas kesiapan pra dan paskaacara. “Presiden menginginkan agar nantinya seusai Sail, apa impact yang diterima masyarakat,” kata Menteri Arif.
Acara Sail Sabang sendiri akan dibuka Presiden Joko Widodo. Di mana akan ada 300 penari yang membawakan tari kolosal pada pembukaannya. Para penari asli Aceh itu, akan mementaskan tari kolosal bertema kepahlawanan, dengan sosok sentral Keumalahayati. Malahayati sendiri adalah pahlawan nasional perempuan asal Aceh, yang dikenal sebagai pimpinan maritim dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.
Gubernur Irwandi mengatakan bahwa tari tradisi Aceh dan Indonesia pada umumnya dimainkan tanpa mengenakan alas kaki. Hal itu diamini pula oleh Menpar dan panitia acara.
Namun demikian, kata Irwandi, ia meminta agar panitia bisa memastikan semua penari mengenakan alas kaki saat pertunjukan nantinya. Meski tarian hanya berlangsung 10 menit, namun kondisi semen pelabuhan yang panas sangat menyiksa kaki, jika para penari dipaksakan menari bertelanjang kaki.
“Kasih mereka sepatu tipis yang biasa dipakai penari balet. Panas ini kalau mereka nggak pakai sepatu,” kata Irwandi.
Panitia memastikan untuk memenuhi permintaan gubernur. Dalam pekan ini, semua penari akan dibekali dengan sepatu sebagai pendukung tarian. []

The post Gubernur Hadiri Rapat Persiapan Sail Sabang appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Gubernur Lantik Pengurus Forum PRB Aceh

Selasa, 21 November 2017
Humas Aceh | 21 Nov 2017

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melantik Pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana, di Anjong Mon Mata, Senin 20 November 2017. 

 

Irwandi menyebutkan, penanganan bencana merupakan  gerakan bersama. Karena itu, pembentukan komunitas peduli bencana perlu digalakkan di semua lini masyarakat. “Dengan menyebarkan semangat ini akan semakin mudah untuk menjalankan program mitigasi sebagai langkah mengurangi risiko bencana,” kata Irwandi melalui Asisten I Setda Aceh, Iskandar A. Gani.

Saat ini, ujar Irwandi, ada 100 lebih komunitas masyarakat yang tergabung dalam Forum PRB Aceh. Semua yang terlibat dituntut bekerja lebih keras dalam menyebarkan kepedulian bencana. “Perlu semangat bersama agar masyarakat memiliki kesadaran, wawasan dan kemampuan di bidang kebencanaan,” kata Irwandi.

Forum PRB diharapkan bisa terus membangun jaringan komunikasi berbasis masyarakat untuk membantu pelaksanaan rencana aksi dan peningkatan kapasitas anggota. Di samping itu, forum tersebut diminta untuk mengelola isu bencana sehingga tidak ada informasi bohong soal kebencanaan yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. “Lakukan kampanye gerakan peduli bencana melalui berbagai cara, baik melalui pendidikan di sekolah, sosialisasi media atau aksi lain,” kata Irwandi.

Sementara Nasir Nurdin, Ketua Forum PRB Aceh, mengatakan bahwa mereka secara bertahap bisa mendidik masyarakat agar mengenal ancaman bencana dan mengurangi kerentanan. “Kita ingin bersama belajar bagaimana mengelola resiko bencana dengan baik sehingga korban jiwa dan kerugian bisa direduksi saat bencana memang tidak bisa kita hindari.”

Nasir melaporkan, 70 persen pengurus dan anggota PRB Aceh adalah orang muda dan energik. Hal itu menjadikan potensi melakukan tugas pengurangan resiko bencana sangat besar. Nasir menyebutkan bahwa mereka semua sebagai relawan sejati. Nasir menambahkan, belalui BPBA, forum itu bisa memiliki ruang untuk berbuat lebih efisien guna pengurangan resiko bencana di masa mendatang.

Struktur kepengurusan Forum PRB Aceh terdiri atas Dewan Pengurus diketuai Nasir Nurdin dengan wakil ketua masing-masing Ir TM Zulfikar MP, Dr Muslem Daud MEd, dr Aslinar SpA, dan Yarmen Dinamika. Sekretaris M Hasan Dibangka bersama Wakil Sekretaris masing-masing Fahmi Rizal, Drs Mukhlis Hamid MPd, Riza Iskandar, dan Fachmi Ibrahim SH. Sedangkan Bendahara Rahmat Thalib ST MSi bersama Wakil Bendahara Rusmadi. (Humas-Aceh)

The post Gubernur Lantik Pengurus Forum PRB Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Irwandi Buka Musrenbang RPJMA Tahun 2017 – 2022

Selasa, 21 November 2017

Humas Aceh | 21 Nov 2017

Irwandi Buka Musrenbang RPJMA Tahun 2017 – 2022

The post [Video] Irwandi Buka Musrenbang RPJMA Tahun 2017 – 2022 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Bunda PAUD Aceh Terima Enam Anugerah Tingkat Nasional

Senin, 20 November 2017

Humas Aceh | 20 Nov 2017

JAKARTA – Bunda PAUD Aceh Darwati A. Gani bersama lima Bunda PAUD lainnya di Aceh menerima enam Penghargaan Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017. Penghargaan diserahkan Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo, di Ballroom Hotel Allium, Kota Tangerang, Banten, Senin (20/11/2017).

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin menyebutkan, total ada enam penghargaan yang diberikan untuk Aceh, selain untuk Bunda PAUD Aceh, Lima Anugerah PAUD juga diberikan kepada Bunda PAUD Kabupaten Aceh Selatan, Cut Hornalis, Bunda PAUD Kecamatan Pantee Bidari, Aceh Timur, Cut Fachriana Dewi, Bunda PAUD Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Muliana Nana, Gugus PAUD Abu Dirawang, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, dan Pemenang Lomba Naskah Cerita Anak, Sri Wahyuni dari Kota Sabang, Aceh.

Menurut keterangan Mulyadi Nurdin Penghargaan itu diberikan kepada para pihak yang berperan bagi peningkatan akses dan layanan pendidikan usia dini di Indonesia, dan ibu Darwati juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Aceh bisa menerima enam penghargaan pada tahun ini.

Selain Aceh, pada saat bersamaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy juga menyerahkan delapan Anugerah PAUD Tingkat Nasional kepada unsur pimpinan daerah, guru, dan tenaga kependidikan PAUD. Adapun jumlah Penerima Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017 sebanyak 164 orang untuk pelbagai kategori, termasuk pemenang Festival dan kreatifitas PAUD dari seluruh Indonesia.

Sementara itu Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam pidatonya berpesan kepada para penerima anugerah PAUD Nasional agar meningkatkan dukungan terhadap layanan PAUD berkualitas universal, sebagai kunci keberhasilan bangsa di masa mendatang. Menurut Iriana, peran Bunda PAUD provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, Bunda PAUD desa sangat menentukan peningkatan PAUD berkualitas universal di tingkat nasional.

Di tempat yang sama Ketua Panitia R Ella Yulaelati R, sebagaimana ditulis dalam Buku Panduan Penyelenggara Anugerah PAUD Tingkat Nasional, menyebutkan, pemberian Anugerah PAUD Nasional 2017 untuk meningkatkan pemahaman tentang PAUD berkualitas universal, meningkatkan peran pemerintah dan pejabat struktural daerah, Bunda PAUD, lembaga/organisasi mitra, dan masyarakat, yang telah berkonstribusi terhadap layanan PAUD berkualitas.

Sementara itu Anggota Panitia  Pelaksanaan Teknis Anugerah PAUD yang dihubungi terpisah Saiful Arief mengatakan, Bunda PAUD Aceh, Bunda PAUD Kabupaten, Bunda PAUD kecamatan dan Bunda PAUD desa yang telah mendapat apresiasi di tingkat provinsi Aceh menujukkan kinerja yang baik dan patut mendapat apresiasi tingkat Nasional.

Acara Penganugerahan PAUD Tingkat Nasional yang diselenggarakan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kota Tangerang, Sekretariat Negara, Organisasi Mitra PAUD Tingkat Pusat dan Kota tangerang, itu turut di hadiri Ibu Mufida Yusuf Kalla, Ibu Wida Muhadjir Effendy, dan sejumlah pejabat Eselon I dari kementerian dan lembaga negara, termasuk pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Banten.

The post Bunda PAUD Aceh Terima Enam Anugerah Tingkat Nasional appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Gubernur Buka Musrenbang RPJM Aceh 2017-2022

Senin, 20 November 2017

Humas Aceh | 20 Nov 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf secara resmi membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) di Hotel Hermes, Senin (20/11/2017).

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menerima penghargaan atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2016 dengan pencapaian standart tertinggi yang diterima saat membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) di Hotel Hermes, Senin (20/11/2017).

Dalam sambutannya, Irwandi Yusuf menyampaikan bahwa Aceh masih menghadapi beberapa tantangan cukup berat yang harus dituntaskan seperti masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, rendahnya kualitas kesehatan dan pendidikan, serta masih terjadinya ketimpangan antar wilayah.

Selain itu lanjut Irwandi, dukungan infrastruktur untuk mengatasi permasalahan tersebut juga masih membutuhkan peningkatan.

Jika merujuk kepada rancangan RPJM Aceh yang telah disiapkan kata Irwandi, landasan utamanya mengacu kepada Visi Pemerintah Aceh yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2017-2022, yakni  “Terwujudnya  Aceh yang damai dan Sejahtera melalui Pemerintahan yang Bersih, Adil dan Melayani”.

“Visi tersebut  diperkuat melalui 15 unggulan “Aceh Hebat,” yaitu: Aceh Seujahtra (JKA Plus), Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu), Aceh Caròng, Aceh Energi, Aceh Meugoë dan Meulaôt, Acèh Troë, Acèh Kreatif, Acèh Kaya, Acèh Peumulia, Acèh Damê, Acèh Meuadab, Acèh Teuga, Acèh Green, Acèh Seuninya, dan Acèh Seumeugot,” ujar Irwandi.

Dengan tersusunnya RPJMA tahun 2017-2022, Irwandi berharap terwujudnya Sinkronisasi dan Konsistensi hubungan antar Dokumen Perencanaan Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota serta menjadi Pedoman bagi Legislatif dan Eksekutif dalam Penyusunan Dokumen Anggaran.

“Kepada para Bupati dan Walikota agar Dokumen RPJMA ini dapat dijadikan sebagai Pedoman dalam Penyusunan RPJM pada masing-masing Kabupaten/Kota,” kata Irwandi.

Irwandi juga berharap agar para Kepala SKPA benar-benar menterjemahkan Visi Misi dan 15 Unggulan Aceh Hebat menjadi Program dan Kegiatan yang konkrit dan terukur dalam Renstra.

“Saya minta kepada seluruh Unsur Eksekutif dan Legislatif mari sama-sama kita konsisten mempedomani dokumen perencanaan, mulai dari tahapan awal perencanaan sampai dengan penganggaran,” ujar Irwandi.

Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga mengatakan akan menampung aspirasi dari Bupati dan Walikota terkait rencana pembangunan kedepan.

“Kita ingin agar semua stakholder memberikan sumbangsih pemikirannya, sehingga kita dapat melengkapi dan menyempurnakan dokumen perencanaan ini untuk kemudian pada waktunya nanti kita bahas sebagai Qanun RPJMA,” kata Irwandi.

Dalam acara tersebut, Irwandi Yusuf juga menyerahkan dokumen RPJMA  2017-2022 kepada para Bupati dan Walikota.

The post Gubernur Buka Musrenbang RPJM Aceh 2017-2022 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Aceh Teuga, Komitmen Pemerintah Aceh Benahi Olahraga

Senin, 20 November 2017

Humas Aceh | 20 Nov 2017

Banda Aceh – Pemerintah telah menjadikan olahraga sebagai salah satu program prioritas untuk mengukir nama baik bangsa di tingkat dunia. Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Aceh telah mengagas program Aceh Teuga sebagai bentuk komitmen dan mendukung pembangunan keolahragaan di Bumi Serambi Mekah.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten I Sekda Aceh, Iskandar A Gani, saat membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, pada acara pelantikan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia Aceh, masa bakti 2017-2021 yang dirangkai dengan penutupan Pra PORA cabang olahraga renang tahun 2017, di Anjong Mon Mata, Minggu (19/11/2017) malam.

“Pembinaan olahraga juga menjadi perhatian Pemerintah Aceh. Dari 15 program prioritas yang tercantum dalam draf RPJM Aceh 2017-2022, salah satu di antaranya adalah Program Acèh Teuga, yaitu misi untuk  mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional,” ujar Iskandar.

Iskandar menambahkan, untuk mencapai misi itu, setidaknya ada empat kegiatan yang akan terus dikembangkan ole Pemerintah Aceh, yaitu membangun kerjasama bidang olahraga untuk membina atlit-atlit potensial di Aceh. Peningkatan intensitas dan kualitas pembinaan olahraga bagi usia dini, penyediaan sarana dan prasarana olahraga serta insentif guna mendukung prestasi atlit, dan meningkatkan frekuensi event kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.

“Untuk menjalankan keempat program ini, Pemerintah Aceh akan menjalin koordinasi dengan KONI Aceh guna memberi ruang seluas-luasnya kepada para atlit kita dalam mengembangkan bakatnya. Oleh sebab itu, kompetisi di tingkat daerah, khususnya untuk usia dini perlu diperbanyak agar proses pencarian dan pembinaan atlit berbakat lebih mudah dilakukan,” tambah Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, Iskandar A Gani juga mengungkapkan, bahwa dalam pengembangan olahraga setidaknya ada dua tantangan yang dihadapi saat ini, yaitu tingginya tuntutan publik terhadap prestasi olahraga Aceh, dan  bagaimana kita memanfaatkan otonomi daerah dalam rangka membangun prestasi olahraga Aceh.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Aceh telah menetapkan skala prioritas untuk cabang olahraga yang akan ditingkatkan. Meski demikian, perhatian pada cabang olahraga lain tetap diberikan sejauh ada potensi yang menjanjikan. Oleh karena itu pengurus induk cabang olahraga perlu diperkuat.

“Kita akui, untuk kelompok senior memang prestasi atlit renang Aceh masih belum memuaskan. Meski demikian, potensi atlit-atlit muda kita cukup besar. Terbukti dalam beberapa seleksi tingkat nasional, beberapa atlit renang Aceh berhasil meraih prestasi terbaik. Ini mengindikasikan, bahwa peluang untuk meraih prestasi di tingkat senior sebenarnya tetap ada, hanya saja perlu pembinaan yang lebih intensif sejak usia dini,” kata Iskandar.

Mantan Ketua PRSI Aceh, periode 2013-2017, Muslim Ayub berharap, di bawah kepengurusan baru PRSI Aceh, cabang renang mampu mempersembahkan emas pada PON ke-20 di Papua pada 2019 mendatang.

Sementara itu, Miswar Fuadi, Ketua PRSI Aceh periode 2017-2021 bertekad untuk bekerja bekerja keras dan bekerja ikhlas membina atlit renang Aceh demi mewujudkan tekad menjadikan akuatik Aceh menuju prestasi nasional, dan mendukung program Aceh Teuga.

Dalam acara tersebut juga diserahkan medali kepada atlit dan kontingen yang telah berhasil meraih prestasi terbaik pada ajang Pra PORA cabang renang yang telah berlangsung di Kolam Renang Tirta Raya.

Kota langsa berhasil meraih predikat juara umum dengan meraih total 26 medali yang terdiri atas 11 emas, 9 perak dan 6 perunggu. Posisi kedua berhasil direbut oleh kabupaten Aceh Timur, yang berhasil menyabet 7 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Posisi ketiga diraih oleh Kota Sabang, dengan merebut 7 emas dan 2 perak.

Peringkat keempat diraih oleh Kota Banda Aceh, dengan 1 emas, 8 perak dan 4 perunggu. Posisi kelima ditempati oleh Kota Lhokseumawe, yang berhasil merebut 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Sedangkan Kabupaten Aceh Tamiang berhasil menempati posisi keenam, dengan meraih 1 perak dan 5 perunggu.

Di peringkat tujuh ada Kabupaten Aceh Tengah, yang berhasil meraih 1 perak dan 1 perunggu. Aceh Selatan berhasil menduduki posisi kedelapan dengan meraih 3 perunggu. Posisi kesembilan diraih oleh Kabupaten Bener Meria, dengan 2 perunggu. (Ngah)

The post Aceh Teuga, Komitmen Pemerintah Aceh Benahi Olahraga appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Seminar Ekonomi Kreatif dan UMKM Digelar di Balai Kota

Senin, 20 November 2017

Humas Aceh | 18 Nov 2017

Banda Aceh–Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh, Jumat (17/11/2017) mengelar seminar ekonomi kreatif dan UMKM yang bertajuk ‘Kria Banda Aceh Gemilang’. Selain seminar yang berlangsung di Aula Balai Kota ini, juga diadakan pameran yang dipusatkan di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, Jumat-Minggu (17-19/11).

Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE.Ak MM dalam sambutannya yang dibacakan oleh sekdakota Ir Bahagia, Dipl.SE mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat, sebagai bentuk untuk meningkatkan wawasan serta inovasi kreatif bagi para pelaku usaha kreatif khususnya di Kota Banda Aceh.

“Suatu kehormatan juga bagi kami Kota Banda Aceh yang sudah ditunjuk sertakan sebagai tuan rumah kegiatan ini. Penghargaan dan apresiasi yang tinggi juga disampaikan kepada narasumber pada kegiatan ini,” kata wali kota seraya menambahkan bahwa dipercayai ekonomi kreatif nantinya akan menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Kota Banda Aceh saat ini memiliki jumlah pengguna internet yang banyak, dibuktikan dengan kedai dan warung kopi di Kota Banda Aceh saat ini, hampir seluruhnya memiliki fasilitas internet/wifi, sehingga memudahkan para pelaku usaha kreatif untuk melakukan kegiatan dan promosi usahanya dalam beragam kreativitas yang dimiliki.

Pada kegiatan ini, selain membahas tentang teknologi dalam pengembangan produk ekonomi kreatif, juga dibahas mengenai pengembangan produk kuliner melalui teknologi pangan, entrepreneurship, peningkatan penjualan produk ekonomi kreatif melalui digital marketing, meningkatkan penjualan produk ekonomi kreatif melalui digital marketing, packaging produk, dan inovasi dalam pengembangan desain produk ekonomi kreatif.

Walikota berharap, agar nantinya setelah seminar ini akan menghasilkan satu gampong di Banda Aceh yang melahirkan satu inovasi satu industri kreatif atau satu UMKM yang lebih dikenal yaitu One Village One Product (OVOP) yang memiliki keunikan tersendiri dan terorganisir dengan baik, sehingga nantinya akan meningkatkan pendapatan masyarakat di gampongnya.

Walikota juga berharap kepada Bekraf untuk dapat terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini, agar menambah wawasan para pelaku usaha, demi menciptakan daya saing yang tinggi yang pada akhirnya akan sangat bermanfaat bagi kemajuan bersama di segala bidang. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bekraf yang sudah memilih Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah kegiatan seminar dan pameran yang di selenggarakan di Taman Bustanus Salatin Kota Banda Aceh,”imbuh Wali Kota.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Wawan Rusiawan, Helmi Yahya, Dhinny Anjung Sari, Slamet Aji Pamungkas, Dwi Purnomo, Firstman, Anton Dwinanto dan Dwinita Larasati. (MA)

 

The post Seminar Ekonomi Kreatif dan UMKM Digelar di Balai Kota appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Gubernur Buka MTQ Provinsi Aceh XXXIII

Senin, 20 November 2017

Humas Aceh | 20 Nov 2017

Gubernur Buka MTQ Provinsi Aceh XXXIII

The post [Video] Gubernur Buka MTQ Provinsi Aceh XXXIII appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.