Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Dyah Erti Ajak Kader PKK Kampanyekan Pengurangan Pemakaian Plastik

Minggu, 17 November 2019

Banda Aceh – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengajak seluruh kader PKK di Aceh untuk mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik dalam keseharian masyarakat. Menurutnya, sampah plastik menjadi masalah serius dan mengancam ekosistem lingkungan hidup.

“Plastik ini tidak dapat diurai, bahkan ia bisa bertahan sampai usia 300 tahun,” kata Dyah Erti saat membuka pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga untuk bank sampah dan pupuk organik, di Hotel Sulthan, Banda Aceh, Sabtu, (16/11) malam.

Dyah ingin agar kader PKK dapat membangun kesadaran dalam masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Penggunaan kantong plastik, lanjut dia, dapat dikurangi secara bertahap dengan cara menggunakan benda alternatif sebagai pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan.

Seperti menggunakan tas kain untuk keranjang belanja yang bisa dipakai berulang kali atau menggunakan tumbler sebagai pengganti botol air mineral.

“Kami berharap adanya upaya oleh kader PKK untuk membangun kesadaran masyarakat, mari kita semua memulai dari diri sendiri dan keluarga untuk lebih peduli pada lingkungan,” ujar Dyah.

Selain itu, Dyah juga meminta agar kader PKK yang mengikuti pelatihan tersebut dapat mengaplikasikan ilmunya dalam masyarakat untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi benda yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi. Misalnya, lanjut Dyah, mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk perkebunan atau pertanian.

“Dengan demikian, resiko pencemaran lingkungan hidup karena sampah dapat dikurangi,” tutur istri Plt Gubernur Aceh itu.

Penanganan masalah sampah, kata Dyah, merupakan upaya untuk tetap melestarikan serta mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi selanjutnya.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, jangan sampai kita meninggalkan lingkungan yang rusak bagi anak cucu kita, dan jangan sampai lingkungan kita tercemar oleh racun-racun dari sampah,” kata Dyah.

Sementara itu, Ketua Panitia acara pelatihan pengelolaan sampah keluarga, Rayhanah mengatakan, tujuan digelarnya pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader PKK agar dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang pengolahan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Selain itu, lanjut dia, upaya pengolahan sampah merupakan salah satu cara mewujudkan lingkungan bersih.

“Sampah apabila dapat dikelola dengan baik tentu akan membawa hidup sehat dengan lingkungan bersih, bahkan juga bisa bernilai ekonokmi,” tutur Rayhanah.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan dari Tim Penggerak PKK kabupaten/kota dari seluruh Aceh. []

The post Dyah Erti Ajak Kader PKK Kampanyekan Pengurangan Pemakaian Plastik appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ragam Paket Wisata Aceh-Sumatera Expo Jakarta

Minggu, 17 November 2019

Banda Aceh — Pemerintah Aceh menggandeng sejumlah travel agent, baik Aceh maupun Nasional dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah paling barat Indonesia itu.

Kesepakatan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh antar travel dilakukan selama berlangsungnya ajang Aceh Sumatera Expo 2019 di Mall Kasablanka, Jakarta.

Ada sejumlah paket tour menarik bagi setiap travel di Jakarta yang bisa dijual kepada wisatawan yang ingin ke Aceh.

“Ada beberapa paket tour yang menjadi kesempatan yakni, Paket Tour Banda Aceh – Sabang, Tsunami Tour, Paket Wisata Gajah di Aceh Jaya, Paket Tour Pulau Banyak, Paket Tour Pulo Aceh dan Paket Tour Kopi di Aceh Tengah,” kata Faisal dari Traverious Tour dan Travel di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Faisal mengaku, dirinya banyak memberikan paket tour menarik pada Aceh Sumatera Expo 2019, seperti diskon bagi wisatawan maupun kepada travel travel di luar Aceh, seperti di Jakarta.

Adapun travel nasional yang tertarik untuk memfasilitasi kunjungan wisatawan ke Aceh yakni, Aldo Holiday, Yuk Travel, Advanture Indonesia, BMW Travel, Bimatama travel dan 7 Wonder Holiday.

“Mereka menyambut baik tentang tawaran kerjasama dalam mengait wisata luar untuk ke Aceh, dan biasanya sekitar satu pekan akan ada progresnya,” ujar Faisal.

Hal yang sama diakui Aldo, seorang agen travel dari Jakarta yang mengaku sangat senang bisa mendukung program Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh.

“Selama ini, kami tahu Aceh punya Sabang yang luar biasa dan sekarang kami juga sudah tahu bahwa Aceh memiliki tour wisata yang luar biasa,” kata Aldo.

Aldo juga menyatakan pendapatnya, bahwa promosi yang kuat ditambah pelayanan berkualitas akan membuat sektor pariwisata dikunjungi banyak orang.

“Rute penerbangan ke Aceh kalau bisa juga diperbanyak dan itu akan menjadi modal awal dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Aldo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin melalui Kabid Pemasaran Rahmadhani mengatakan, even Aceh Sumatera Expo 2019 berjalan sukses. Kegiatan promosi Aceh itu mampu menarik perhatian para pengunjung mall sehingga berbagai pesan promosi tersampaikan kepada pengunjung.

“Alhamdulillah kita berhasil. Ini adalah salah satu usaha dalam memajukan wisata Aceh agar semakin dekat dengan pangsa pasar di Jakarta, sekaligus branding “The Light of Aceh” semakin bersinar,” kata Rahmadhani.

Rahmadhani juga mengatakan, Pemerintah Aceh telah mengagendakan 100 atraksi wisata alam dan budaya menarik lainnya pada tahun 2020 dan tiga di antaranya berhasil masuk dalam “100 Calendar of Events Wonderful Indonesia 2020”, yaitu “Aceh Culinary Fest 2020”, “Saman Gayo Alas Fest 2020” dan “Aceh Diving Fest 2020”.

“Aceh ingin menyampaikan situasinya bahwa Aceh aman dan nyaman. Semoga bermanfaat bagi semua,” katanya.

Penutupan Aceh Sumatera Expo 2019 dilakukan pada Sabtu (16/11) oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh yang diwakili oleh Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Aceh Rahmadhani. []

The post Ragam Paket Wisata Aceh-Sumatera Expo Jakarta appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ketahanan Pangan Fondasi Utama Pencegahan Stunting

Sabtu, 16 November 2019

Banda Aceh – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama untuk menekan angka stunting di Aceh. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan kontes buah dan gerakan tanam cabai pada acara Agro Expo 2019 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu, 16/11.

“Ketahanan pangan sangatlah perlu diperhatikan. Karena ketahanan pangan yang menentukan suplai gizi bagi generasi kita. Sehingga asupan-asupan nutrisi dan gizi bagi anak-anak bisa terlaksana dengan baik,” kata Dyah.

Dyah menjelaskan, saat ini ketahanan pangan Aceh masih sangat rendah, sehingga berdampak pada tingginya angka stunting di Aceh. Oleh sebab itu dengan adanya kegiatan Agro Expo tersebut diharapkan dapat memotivasi dan mengedukasi masyarakat terhadap berbagai macam komoditi buah dan sayuran di Aceh.

“Ini juga menjadi wadah edukasi bagi anak-anak, seperti tadi ada anak-anak SD, dan PAUD yang belajar mengenal buah-buahan dan sayur-sayuran di Agro expo 2019 ini,” kata Dyah.

Agro expo tahun 2019 adalah event pertanian terbesar yang dilaksanakan untuk memperkenalkan beragam produk pertanian. Semua komoditi tanaman pangan, perkebunan, horti kultural, serta berbagai produk olahan lainnya.

“Dengan adanya event ini akan menggugah hati masyarakat untuk bisa memanfaatkan perkarangan rumahnya untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pangannya, dengan melihat metode yang dipamerkan di Agro expo ini,” kata Dyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh, Cut Yusminar, mengatakan pelaksanaan event besar tersebut dilakukan semata-mata untuk mengedukasi masyarakat tentang berbagai macam komoditi tumbuh-tumbuhan pangan khas daerah. Untuk mendukung kegiatan tersebut Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bekerja sama dengan Dinas Pangan Aceh melaksanakan kontes buah langka. Kontes tersebut merupakan salah satu dari sekian rangkaian kegiatan di Agro expo 2019.

“Dengan adanya kontes buah langka ini bisa memberikan edukasi buat anak kita, sehingga mereka bisa melihat buah-buah langka yang jarang terlihat saat ini, seperti buah rumbia, kecapi, beludru, dan kumbang itu semua sulit kita temukan dan di Agro expo ini dipamerkan,” kata Cut Yusminar.

Seusai membuka kontes buah tersebut Wakil ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati bersama Anggota DPRA Darwati A Gani, dan Kepala Dinas Pangan Aceh Cut Yusminar juga memberikan secara simbolis bibit cabai kepada masyarakat penerima.

Pemberian bibit cabai itu sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah.

Gerakan tanam cabai di pekarangan rumah tersebut dilakukan untuk mengurangi tingkat inflasi yang disebabkan karena fluktuasi harga cabai dan sudah dilaksanakan di 33 Provinsi di Indonesia. []

The post Ketahanan Pangan Fondasi Utama Pencegahan Stunting appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

The Light of Aceh Meriahkan Festival Indonesia di Australia

Sabtu, 16 November 2019

Canberra – Pemerintah Aceh mengikuti ajang promosi “Indonesia Festival 2019” di ibukota Australia, Canbera, pada Sabtu (16/11).

Pameran tahunan yang dilaksanakan di kompleks Kedutaan Besar Indonesia ini merupakan ajang promosi produk, pariwisata dan budaya Indonesia yang dihadiri hampir 6 ribu pengunjung.

Festival ini dibuka resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Krisarto Soeryo Legowo. Dalam sambutanya ia mengatakan, Festival Indonesia adalah ajang budaya, promosi wisata dan juga kesenian dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Sementara itu, Menteri Multikultur Pemerintah Lokal Canberra, Crist Stell mengatakan bahwa Festival Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan ragam pesona dan kekayaan budaya di Australia dari berbagai bangsa.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, T. Ahmad Dadek yang hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa rakyat dan Pemerintah Australia telah banyak membantu Aceh untuk bangkit kembali pasca bencana Tsunami yang terjadi pada 2004 lalu.

Pada kesempatan itu Dadek juga menjelaskan tentang filosofi dan perkembangan Tari Saman yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya takbenda dunia.

Ia juga mengundang wisatawan Australia untuk datang ke Sabang menikmati keindahan alam serta kekayaan budayanya. Selain wisata bahari, Dadek juga menjelaskan kepada para pengunjung bahwa kopi terbaik di dunia salah satunya dihasilkan dari dataran tinggi Gayo. Untuk itu ia mengajak para wisatawan untuk mencicipinya jika berkunjung ke Aceh. Tak hanya kopi, kata Dadek, ragam kuliner serta berbagai objek wisata menarik lainnya dapat dinikmati di Aceh.

Pada event itu, Aceh juga menampilkan ragam hasil UKM dan produk lokal, seperti tas, kopi, hingga minyak serai. Selain itu,Tarian Saman, Seudati dan Rapai Geleng juga ditampilkan pada acara tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak, mengatakan tarian Saman, Seudati dan Rapai Geleng berhasil memukau para pengunjung di arena Festival Indonesia. Masyarakat Australia juga memadati booth Aceh yang dimanfaatkan untuk mempromosikan pesona wisata Aceh.

“Kami berharap dengan memperkenalkan budaya dan pesona wisata Aceh, dapat menambah jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Aceh,” sebut Jamal. []

The post The Light of Aceh Meriahkan Festival Indonesia di Australia appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Kirim Petani Aceh Magang ke Thailand

Sabtu, 16 November 2019

Banda Aceh — Pemerintah Aceh akan memberangkatkan 20 petani muda untuk mempelajari pertanian di Thailand dalam program “Magang Petani Milenial Aceh Tahun 2019”. Ke-20 orang yang akan diberangkatkan pada 24 November ini berasal dari berbagai daerah di Aceh.

Mereka umumnya berusia 19 hingga 30 tahun dan merupakan lulusan SMK Pertanian, Diploma Pertanian dan Sarjana Pertanian.

Program magang di bawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh itu akan berlangsung selama sebelas hari di Songkhla, Thailand. Materi yang akan dipelajari fokus pada budidaya tanaman kelapa pandan wangi yang merupakan jenis kelapa unggulan dari Negeri Gajah Putih.

Tanaman kelapa dengan postur batang pendek ini diketahui sangat cocok dikembangkan di Aceh. Selain masa panen yang singkat, kelapa ini juga memiliki tandan yang banyak dengan buah yang lebat.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menerima kedatangan para petani muda tersebut mengatakan, magang ke Thailand merupakan program pemerintah dengan tujuan meningkatkan keahlian para petani Aceh, khususnya kalangan muda.

“Setelah kembali ke Aceh nanti, kalian harus memproduksi komoditas lokal yang bisa mengurangi ketergantungan impor, atau bahkan harus bisa kita ekspor,” pesan Nova di hadapan para petani di rumah dinasnya, Sabtu (16/11) pagi.

Dalam pesannya Nova juga meminta mereka menjadi petani dengan konsep modern yang inovatif. “Bedanya kalian dengan petani pada umumnya adalah kalian harus inovatif, kreatif memunculkan terobosan baru,” kata Nova.

Nova menjelaskan, pemerintah akan mendukung penuh setiap usaha inovatif dan kreatif para petani karena sektor ini masih sangat perlu dikembangkan dengan baik.

Ia menekankan, durasi waktu magang yang terbatas harus memacu semangat para peserta untuk fokus belajar. “Magang tak tergantung berapa lama. Tapi berapa kuat kalian fokus belajar selama di sana. Setiap materi dari hari ke hari harus dijalani dengan baik. Waktu senggang juga harus dioptimalkan dengan diskusi dengan teman-teman baru di sana,” kata Nova.

Kondisi wilayah Songkhla juga disebut Nova cukup mendukung proses belajar petani dari Aceh lantaran daerah tersebut memiliki populasi Muslim yang tinggi, sehingga peserta tidak kesulitan beradaptasi dengan makanan serta lingkungan.

Pertemuan dengan para petani muda itu juga dimanfaatkan Nova untuk memberi motivasi terkait pentingnya membangun jaringan luar negeri. “Terpenting juga membangun jaringan. Setelah magang saya berasumsi kalian sudah punya kawan di sana, sudah memiliki jaringan tempat bertanya jika sewaktu-waktu butuh informasi.”

Nova berjanji, jika program magang ke Thailand berhasil dengan baik maka pihaknya akan mengupayakan untuk mengirim lebih banyak lagi peserta magang ke berbagai negara.

Pada kesempatan itu, Nova juga mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut sent sangat penting dari sebuah proses, tapi tujuan akhirnya adalah delivered yang jauh lebih penting.

Nova menamsilkan dengan kewajiban naik haji dalam Islam. Ia menyebut, naik haji hukumnya wajib bagi yang mampu, tetapi yang juga harus diperhatikan adalah usaha membuat haji tersebut delivered atau mabrur.

“Itulah mengapa pemerintah mengirim kalian ke luar negeri, agar ada hasil baru dan sangat berharga untuk diraih,” kata Nova.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, mengatakan para peserta magang ke Thailand akan fokus pada budidaya kelapa pandan wangi, pengelolaan paska-panen, pengolahan hasil, hingga pembibitan.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan apa yang dipelajari di Thailand saat kembali ke Aceh nanti.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan kementerian. Mereka sangat mendukung dan akan membantu program ini ke depannya,” kata A Hanan.

Peserta Magang Berterima Kasih kepada Pemerintah

Benni Baihaqi S.P, seorang peserta magang, mengaku cukup senang mendapat kesempatan belajar budidaya kelapa tandan wangi ke Thailand lantaran selama ini dirinya menggeluti usaha tersebut.

Namun sayangnya, pengetahuan dirinya tentang kepala pandan wangi selama ini masih sangat minim.

“Ini adalah mimpi saya selama 14 tahun. Saya bergelut di usaha ini, tapi selama ini tidak berkesempatan mempelajarinya,” kata Sarjana Pertanian dari Universitas Abulyatama ini.

Selama ini, kata Benni, dirinya membeli bibit kelapa pandan wangi dari Sumatera Utara untuk dibudidayakan di Aceh. Dengan adanya kesempatan magang ke Thailand, Benni berjanji akan manfaatkannya untuk mempelajari cara budidaya yang benar sekaligus proses pembibitan kelapa tersebut.

Hal yang sama juga diakui Irfan Farizy. Lelaki yang baru menamatkan Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree ini mengaku sangat senang berkesempatan menimba ilmu dalam program magang ke Thailand.

“Ini sesuai dengan hobi dan kecintaan saya terhadap dunia pertanian. Thailand adalah negeri yang maju sektor pertaniannya. Saya ingin menerapkan pola bertani yang benar nantinya,” kata Irfan. []

The post Plt Gubernur Kirim Petani Aceh Magang ke Thailand appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pemkab Aceh Utara Setuju Serahkan Aset untuk Lhokseumawe

Sabtu, 16 November 2019

Banda Aceh – Pemerintah Aceh  memfasilitasi pertemuan antara Bupati Aceh Utara dengan Walikota Lhokseumawe terkait permasalahan aset milik Kabupaten Aceh Utara yang berada dalam Kota Lhokseumawe.

Permasalahan daerah induk dengan daerah pemekaran yang telah berlarut sejak tahun 2001 itupun akhirnya menemukan titik temu setelah
Pemkab Aceh Utara menyetujui penyerahan asetnya kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Aset yang dimaksud yaitu berupa 21 tanah/bangunan yang tersebar di Lhokseumawe. Selanjutnya aset tersebut akan dilakukan penaksiran harga dan dituangkan dalam berita acara serah terima aset sesuai ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, Pemerintah Aceh telah berhasil memfasilitasi pelaksanaan pertemuan Bupati Aceh Utara dengan Walikota Lhokseumawe dalam rangka penyerahan aset dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara (daerah Induk) kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe (Pemekaran),” ujar Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Syakir, Sabtu (16/11).

Syakir menjelaskan, pertemuan yang dilakukan pada Jumat (15/11) kemarin itu berlangsung penuh keakraban dan menghasilkan keputusan yang paling berharga.

Pertemuan dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Sekda Aceh M Jafar serta didampingi Kepala Biro Tata Pemerintahan, Syakir.

Selain itu, turut hadir juga Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum  dan Politik, Tim P3D Aceh, Bupati Aceh Utara, Wakil Bupati Aceh Utara, Asisten III Aceh Utara, Kepala BPKD Aceh Utara, Walikota Lhokseumawe, Sekda Kota Lhokseumawe, Kepala BPKD Kota Lhokseumawe dan Kabag Pemerintahan Kota Lhokseumawe. []

The post Pemkab Aceh Utara Setuju Serahkan Aset untuk Lhokseumawe appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Perilaku Rasulullah Cerminan Nilai Al-Qur’an

Sabtu, 16 November 2019

Banda Aceh — Ummul Mukminin Siti Aisyah Radhiallahu ‘Anha, mengibaratkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam laksana Al-Quran berjalan. Artinya, seluruh pola perilaku Rasulullah sejalan atau cerminan nilai-nilai dalam Al-Quran. Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pidato memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam 1441 Hijriah, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jum’at (15/11/2019) malam.

Beranjak dari perumpamaan di atas, Nova mengajak hadirin untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai wahana pengkajian dan menggali keteladanan Rasulullah. Kajian tersebut, lanjut Nova, harus komprehensif, baik sisi sejarah dan nilai-nilainya, maupun misi dakwah Nabi Muhammad Saw.

“Apa yang diucapkan dan dilakukan Rasulullah bukan berasal dari keinginan hawa nafsunya, melainkan bersumber dari wahyu Allah, yaitu Al-Qur’anul Karim,” katanya.

Menurut Nova, peringatan Maulid tidak sekadar seremonial, mempertahankan tradisi, menghidupkan budaya, namun tanpa nilai dan hampa makna. Peringatan ini harus berdampak positif bagi pola pikir dan perilaku keseharian kita umat Islam, kata Nova.

Selanjutnya Nova menjelaskan, perintah meneladani spirit perjuangan dan karakter Rasulullah, telah termaktub dalam Surat Al-Ahzab ayat 21, yang artinya, sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu.

“Ayat tersebut menjelaskan, Rasulullah suri tauladan yang baik bagi kita. Hal ini diperkuat dengan empat sifat Rasulullah yang mashur dan wajib dipercaya dan diteladani, yaitu Siddiq, sifat benar, baik dalam perkataan maupun perbuatannya,” urai Nova.

Sifat selanjutnya, sambung Nova, Amanah, yaitu terpercaya dalam menjalankan urusan dan kewajiban yang diembankannya. Selanjutnya Tabligh, yaitu teguh dalam menyampaikan kebenaran, dan terakhir Fathanah, yaitu cerdas dalam menyikapi setiap permasalahan yang terjadi di kalangan umat.

“Karakter Qur’ani inilah yang mesti diteladani dan diaktualisasikan secara baik dan benar, terutama dalam kehidupan masyarakat muslim di Aceh yang menjalankan Syariat Islam secara kaffah. Kita terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah agar Syariat Islam yang dilaksanakan di Aceh memberi keberkahan dan rahmat bagi kita semua,” kata Nova.

Tradisi Maulid Aceh

Tradisi di Aceh, peringatan maulid diselenggarakan selama tiga bulan berturut-turut, dari bulan Rabiul Awwal hingga akhir Jumadil Awal.

“Selama tiga bulan itu masyarakat mengadakan kenduri sebagai tanda syukur, zikir, doa, pembacaan barzanji, dan ceramah agama,” kata Nova.

Nova juga menjelaskan, panjangnya waktu peringatan Maulid di Aceh sebagai wujud kecintaan masyarakatnya kepada Rasulullah. Selain itu, peringatan Maulid juga untuk menelusuri kembali jejak keagungan dan kebesaran Rasulullah sebagai tokoh pembawa perubahan dan rahmat bagi sekalian alam.

Disadari atau tidak, sambung Nova, tak ada gambaran kegembiraan dalam sejarah umat manusia yang menyamai kegembiraan umat atas Nabi Muhammad Saw. Sebab, Rasulullah pembawa harapan dan bukti terbesar petunjuk Allah untuk menyelamatkan manusia.

“Ajaran Rasulullah meliputi diagnosis Al-Quran terhadap akar segala konflik umat manusia, yaitu benar atau salah, baik dan buruk, kehancuran atau kebangkitan, hingga Rasulullah memberi resep yang diperlukan, berupa kebenaran dan hidayah, serta jalan kebahagiaan dunia dan akhirat melalui petunjuk Al-Quran,” sambung Nova.

Sementara itu, Ustadz Samsul Arifin Nababan, dalam tausyiahnya menceritakan tentang kelembutan sikap Rasulullah. Sikap lemah lembut Rasulullah menjadi salah satu alasan kafir quraish berbondong-bondong menjadi pengikutnya dan mengucapkan dua kalimat Syahadat.

Menurut Ustaz Samsul, akhlak Rasulullah yang membuat kaum jahiliah arab menerima Islam. Salah satu akhlak tersebut sifat lemah lembut. “Rasulullah merupakan pribadi yang dikenal santun dan lemah lembut,” kata Ustadz Samsul.

Selain lemah lembut, sambung Ustadz Samsul, kemukjizatan Al-Qur’an juga menjadi alasan mengapa banyak kaum jahiliyah Arab memeluk Islam.

“Kemukjizatan Al-Qur’an telah membuat orang sekeras dan seberingas Umar bin Khatab menjadi lembut hati. Sosok yang terkenal sebagai penentang ajaran Rasulullah ini menjadi luluh dan memeluk Islam, usai mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh adiknya Fatimah, dan membaca sendiri Surat Thaha,” ujar Ustadz Samsul.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah juga dimeriahkan dengan Haflah Al-Qur’an oleh Syeikh Taha Mohamed Noaman Hussein, qari internasional dari Mesir. Selain itu, hadir juga dua qari nasional, Ustadz Ahmad Ahraj Hasibuan dari Medan dan Ustadz Hamli Yunus dari Aceh.

Acara yang dirangkai dengan Haflah Quran oleh para Qari Nasional dan Internasional itu, juga diikuti seluruh Unsur Forkopimda, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, dan tokoh masyarakat Aceh lainnya []

The post Perilaku Rasulullah Cerminan Nilai Al-Qur’an appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Sektor Pertanian Paling Banyak Serap Tenaga Kerja

Jumat, 15 November 2019

Banda Aceh – Pertanian adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Aceh. Kontribusi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor ini juga sangat tinggi, mencapai 30 persen. Oleh karena itu sangat wajar jika Pemerintah Aceh memberi perhatian besar pada sektor ini.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Bukhari, saat membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada pembukaan Aceh Agro Expo 2019, di Lapangan Blang Padang, Jum’at (15/11/2019) sore.

“Pertanian adalah sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Sektor ini juga paling berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. Setiap tahun kontribusi sektor ini bagi PDRB Aceh mencapai 30 persen, jauh melebihi sektor-sektor lainnya. Oleh karena itu, wajar jika Pemerintah Aceh memberi perhatian besar bagi sektor ini, karena Aceh salah satu lumbung pangan nasional,” ujar Bukhari.

Bukhari mencontohkan, tahun 2018 lalu, produksi gabah Aceh mencapai 2,5 juta ton, sementara kebutuhan lokal hanya 1,1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Sehingga tahun lalu Aceh surplus gabah 1,3 juta ton.

“Tahun ini kita menargetkan produksi gabah Aceh berkisar 2,7 juta ton. Peningkatan produksi itu kita harapkan bisa memperkuat kontribusi Aceh bagi kebutuhan pangan nasional agar cita-cita bangsa untuk menciptakan pangan mandiri dapat terwujud,” kata Bukhari.

Tak hanya padi atau gabah, pertanian Aceh juga unggul di berbagai komoditi lain, seperti jagung, kedelai dan cabe merah. Aceh juga kaya dengan hasil perkebunan, seperti kopi, kakao, kelapa sawit, nilam dan karet. Aceh juga terkenal dengan hasil produk peternakan dan perikanannya yang cukup besar.

Namun, sambung Bukhari, harus diakui bahwa semua potensi itu belum dikelola dengan maksimal. Karena itu, peluang meningkatkan hasil pertanian itu masih terbuka lebar, sebab masih banyak lahan dan sumber daya lain yang belum  dioptimalkan.

Untuk itu, Bukhari mengimbau masyarakat Aceh agar mau memaksimalkan semua potensi yang ada, dengan melibatkan generasi muda untuk menggerakkan sektor ini. Apalagi teknologi pertanian dewasa ini kian berkembang.

“Pemerintah Aceh tentu akan sangat bangga jika anak muda milenial Aceh mau terjun dan aktif di sektor pertanian. Kita percaya, anak muda memiliki etos kerja yang tinggi dan adaptif terhadap teknologi,” kata Bukhari.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong ini menjelaskan,  hari ini Pemerintah Aceh akan mengirim 20 orang petani milenial untuk mendalami ilmu pertanian di Songkhla, Thailand.

“Harapan kita tentu saja, anak-anak muda ini kelak menjadi motor bagi penggerak semangat generasi muda Aceh untuk terjun di bidang pertanian.”

Bukhari juga menambahkan, untuk mendorong semangat bertani, sekaligus memperkenalkan potensi pertanian Aceh bagi masyarakat luas, Pemerintah Aceh rutin menggelar Pasar Tani, setiap Rabu pada minggu ke-II dan minggu ke-IV di setiap bulan, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

“Kami optimis, Pasar Tani ini akan memudahkan masyarakat mendapatkan komoditi pangan dengan harga murah, juga untuk memberi ruang interaksi bagi petani dan konsumen untuk saling berdiskusi dan berbagi terkait kiat bercocok tanam,” kata Bukhari.

Untuk diketahui, Aceh Agro Expo 2019 adalah pameran kolosal yang berlangsung selama 3 hari (15-17/11). Kegiatan ini menampilkan aneka komoditi pertanian Aceh. Tidak hanya komoditi andalan Aceh, tapi juga memaparkan data pertanian, peternakan, dan perikanan Aceh.

Pada kegiatan ini juga digelar Aceh Horti Expo yang memperkenalkan sekaligus mempromosikan buah-buahan, sayur-sayuran, biofarmaka dan tanaman hias yang potensial untuk dikembangkan sehingga mampu meningkatkan dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Dengan penyelenggaraan pameran ini, kita tentu berharap masyarakat akan semakin tergugah dan tercerahkan untuk memanfaatkan komoditi lokal, sehingga semakin berkembang dan tidak kalah dengan produk pertanian luar,” imbuh Bukhari.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan rembug utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh serta Lomba Asah Terampil Petani Aceh (LATPA) yang merupakan ajang adu cerdas tentang pertanian bagi kelompok tani. Nantinya, pemenang lomba akan mewakili Aceh pada kegiatan PENAS ke-16 Tahun 2020 di Padang.

“Mari kita sukseskan expo ini, sehinga dapat memacu semangat kita memperkuat sektor pertanian. Dengan demikian status Aceh sebagai lumbung pangan nasional dapat kita tingkatkan di masa depan. Semoga semangat memperkuat potensi pertanian Aceh dapat terus ditingkatkan sehingga dapat berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Aceh,” pungkas Bukhari.

Pembukaan Aceh Agro Expo 2019 ditandai dengan pemukulan Rapai oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, Wakil Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A.Hanan serta sejumlah pejabat lainnya.

The post Sektor Pertanian Paling Banyak Serap Tenaga Kerja appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Bordir Aceh Mulai Diminati Anak Muda

Jumat, 15 November 2019

Banda Aceh – Peminat produk kerajinan bordir Aceh, baik yang berbentuk baju, tas, kain, mukena dan berbagai barang lainnya terus meningkat. Bahkan, jika selama ini penggunanya identik dengan orangtua, kini barang dari kerajinan bordir Aceh juga sudah dipakai oleh kalangan anak muda.

“Melalui sentuhan desain dan inovasi baru kini bordir Aceh mulai dilirik kaum muda, kita akan terus membina para pengrajin bordir di daerah agar terus mengembangkan produk kerajinannya sesuai tuntutan zaman,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, saat diwawancarai wartawan di rumah dinasnya di Banda Aceh, Jumat, (15/11).

Dyah mengatakan, kerajinan bordir merupakan salah satu warisan seni budaya Aceh. Karena itu, pembinaan terhadap para pengrajin bordir juga menjadi fokus utama Dekranasda Aceh. Biasanya, kata Dyah, desa yang memiliki jumlah pengrajin yang banyak akan dibina oleh Dekranasda dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun.

“Salah satu desa yang dibina oleh Dekranasda Aceh adalah Desa Dayah Daboh, dari kabupaten Aceh Besar. Kami telah membinanya selama lima tahun dan kini desa tersebut sudah mandiri dalam produksi barang bordirnya,” kata Dyah.

Istri Plt Gubernur Aceh itu mengatakan, desa binaan yang berada di Kecamatan Montasik itu kini juga sudah dikenal dengan Gampong bordir Aceh. Hampir setiap rumah di desa tersebut dihuni oleh para pengrajin bordir. Bahkan sejumlah wisatawan lokal maupun dari luar Aceh kerap mengunjungi desa tersebut untuk melihat langsung proses pengerjaan bordir.

“Bordir Aceh juga banyak dibelanjakan oleh wisatawan sebagai oleh-oleh,” kata Dyah.

Selain di Aceh Besar, Dekranasda Aceh juga memberikan pembinaan kepada pengrajin bordir di sejumlah kabupaten kota lainnya, seperti Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Jaya. Dyah juga mengatakan, bordir Aceh memiliki motifnya sendiri dan yang paling sering dipakai adalah motif pintoe Aceh dan pucok reubong.

“Alhamdulillah produk bordir Aceh ini sudah sangat diminati oleh berbagai kalangan, baik ibu-ibu sampai anak muda, jadi produk bordir ini tidak terkesan kuno lagi, saya sendiri juga kerap menggunakan produk bordir Aceh,” ujar Dyah.

Dyah menuturkan, Dekranasda Aceh tidak hanya membina para pengrajin, tapi pihaknya juga ikut mempromosikan dan menciptakan pasar untuk produk kerajinan Aceh itu. Selama ini, lanjut dia, pihaknya juga kerap mengikuti event pameran kerajinan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Di setiap pameran yang kami ikuti, kami selalu membawa produk para pengrajin untuk ditampilkan pada expo nasional maupun internasional, hasilnya kami bisa mendapat omset ratusan juta untuk setiap event,” kata Dyah.

Selain memasarkan bordir Aceh melalui pameran-pameran, Dekranasda juga melakukannya dengan mendorong Pemerintah Aceh mengeluarkan imbauan agar seluruh dinas maupun instansi lainnya di Aceh untuk membelanjakan produk lokal dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

“Tujuan dari Dekranasda adalah memakmurkan pengrajin, tidak hanya membina tapi kami juga menciptakan pasar agar produk pengrajin Aceh diminati dan dapat meningkatkan ekonomi pengrajin,” ujar Dyah.

Selain pengrajin bordir, lanjut Dyah, Dekranasda Aceh juga ikut membina para pengrajin batik Aceh dan songket Aceh. Dyah berharap, para pengrajin di Aceh dapat terus berinovasi untuk mendesain dan memodifikasi produknya. Sehingga produk kerajinan Aceh dapat awet dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. []

The post Bordir Aceh Mulai Diminati Anak Muda appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Nova Iriansyah Apresiasi Tiga Pimpinan Muda DPR Aceh

Jumat, 15 November 2019

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengapresiasi terpilihnya tiga anak muda sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh periode 2019-2024. Tiga orang yang dimaksud Nova adalah Dahlan Jamaluddin, Hendra Budian dan Safaruddin. Mereka dilantik sebagai pimpinan dewan bersama Dalimi.

Nova optimis di tangan pimpinan dewan yang baru, arah pembangunan Aceh akan lebih baik. Dahlan Jamaluddin adalah politisi Partai Aceh yang akan memimpin DPR Aceh. Sementara Hendra Budian adalah politikus Partai Golkar, dan Safaruddin adalah politisi Partai Gerindra. Dalimi sendiri merupakan politikus Partai Demokrat. Ketiganya akan mendampingi Dahlan sebagai Wakil Ketua DPR Aceh.

“Anak muda adalah tipe orang yang punya semangat pantang menyerah, energik dan cepat memberikan respon dan solusi atas persoalan yang terjadi,” kata Nova.

Nova meminta agar Dalimi sebagai pimpinan dewan paling senior untuk berbagi pengalaman pada 3 pimpinan lain yang lebih muda. “Kombinasi senior dan anak muda ini tentu membuat kita optimistis terhadap pembangunan Aceh.”

Pengangkatan keempat pimpinan DPR Aceh itu dilakukan atas dasar surat Menteri Dalam Negeri yang diserahkan langsung oleh Tito Karnavian pada hari Senin 11/11, kepada keempat pimpinan dewan yang Jumat hari ini dilantik. Penyerahan langsung SK tersebut oleh Mendagri di kantornya kata Nova, merupakan prosesi istimewa dan bentuk penghargaan pada DPR Aceh, pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh oleh pemerintah Republik Indonesia.

Usai dilantik, Nova berharap pimpinan dan seluruh anggota dewan bisa meningkatkan sinergitas dengan pemerintah Aceh. “Kami siap menerima setiap bentuk feedback dalam rangka mencapai pembangunan Aceh sebagaimana tertuang dalam RPJMA,” kata Nova.

Prosesi pengucapan sumpah pimpinan DPR Aceh periode 2019-2024 ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Djumali dan disaksikan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar dan seluruh kepala SKPA.

Pengangkatan Dahlan Jamaluddin dilakukan atas dasar surat Menteri Dalam Negeri No.161.11-5480 Tahun 2019 tentang peresmian pengangkatan pimpinan DPR Aceh Periode 2019-2024 yang diteken Tito Karnavian. Dahlan sebelumnya juga menjabat sebagai pimpinan sementara DPR Aceh.

Dahlan Jamaluddin mengatakan, sejak ditetapkan sebagai pimpinan sementara DPR Aceh bersama Dalimi pada akhir September lalu, pihaknya telah memfasilitasi paripurna dewan dengan agenda penetapan pimpinan DPR Aceh definitif. Calon pimpinan dewan definitif itulah yang kemudian disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh kepada Menteri Dalam Negeri untuk kemudian disahkan sebagai pimpinan DPR Aceh Periode 2019-2024.

“Tindak lanjut surat Mendagri itulah, hari ini kemudian diambil sumpah pimpinan DPR definitif,” kata Dahlan Jamaluddin.

Dahlan menyebutkan, sebagai pimpinan dewan, pihaknya akan mendorong pemerintah pusat untuk menambah program strategis nasional di Aceh. Beberapa program yang akan ditawarkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Barat Selatan Aceh, pembangunan KEK di kawasan tengah Aceh dan pembangunan terowongan Geurute.

Selain itu, pihaknya akan mengusahakan pengefektifan penggunaan APBA demi keberlanjutan pembangunan di Aceh.

Pimpinan dan seluruh anggota DPR Aceh juga akan terus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Aceh. “Mustahil bisa hebat tanpa kita bersatu,” kata dia.

Beberapa hal lain yang juga telah dilakukan pihaknya sejak ditetapkan sebagai pimpinan DPR Aceh sementara, adalah melakukan pertemuan DPRA dan pemerintah Aceh bersama Forum Bersama DPR dan DPD RI di Jakarta. Ekses dari pertemuan itu adalah ditandatanganinya kesepakatan bersama untuk memperjuangkan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus di Aceh. []

The post Nova Iriansyah Apresiasi Tiga Pimpinan Muda DPR Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.