Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Arahan Plt Gubernur untuk Penurunan Angka Kemiskinan di Aceh

Selasa, 20 November 2018

Humas Aceh | 20 Nov 2018

Banda Aceh – Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2K) Aceh didorong untuk berkerja keras menurunkan angka kemiskinan di Aceh.

Dorongan itu disampaikan Plt Gubernur Aceh dalam arahan yang disampaikan pada Rapat Koordinasi Tim TKP2K 2018-2020 di ruang rapat Bappeda Aceh, Senin (18/11).

“Ada banyak skema yang bisa dibangun untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh, dan kuncinya adalah menemukan inovasi yang keluar dari kebiasaan, ” kata Nova Iriansyah dihadapan Tim TKP2K Aceh, yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan.

APBA 2019 yang menjadi alat intervensi utama harusnya oleh semua pihak dapat dipastikan dapat disahkan tepat waktu.

“Ini kalau memang APBA diposisikan sebagai alat intervensi utama, sebab Aceh belum bisa berharap pada investasi yang realisasinya baru 61 triliun, ” sebutnya.

Nova Iriansyah juga mendorong Tim TKP2K Aceh untuk memikirkan skema lain, diantaranya Dana Desa, Dana CSR, Dana Haji, Bank Aceh, dan lainnya.

Solusi lain yang juga perlu dicermati sebagai alat intervensi untuk pengentasan kemiskinan Aceh adalah penerimaan tenaga kerja baik CPNS maupun rekruetmen lainnya, termasuk di kepolisian dan TNI.

“Khusus CPNS saya akan coba lobi agar formasi untuk Aceh bisa dipakai sistem rangking saja, sebab jika bertahan dengan passing grade maka akan banyak formasi kosong, padahal ini juga bahagian dari solusi pengangguran yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan, ” tambahnya.

Untuk itu Nova Iriansyah meminta Tim TKP2K Aceh untuk tidak hanya bagus di tataran konseptualisasi saja tapi konsep yang ada itu mesti dibumikan agar bisa diimplementasi.

“Harus berani tidak kaku pada konsep, boleh saja keluar dari mainstem, untuk itu kuncinya adalah menemukan inovasi,” katanya.

Plt Gubernur Aceh menyatakan keyakinannya bisa menurunkan angka kemiskinan sesuai target yaitu 1 persen (setiap tahun) bahkan bisa lebih manakala semua alat intervensi bisa dimaksimalkan.

“Untuk itu, dukungan semua stakeholder sangat diperlukan, termasuk soal disiplin dan amanah pada waktu pengesahan RAPBA yang sudah disepakati, plus dukungan kerja keras yang didukung inovasi, ” tutupnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan menyinggung target penurunan angka kemiskinan setiap tahun 1 persen.

“Pada akhir periode kepemimpinan ini kita harapkan angka kemiskinan di Aceh ada di angka 10-11 persen (2022) dari 16,43 persen (2016). Target ini memang masih dibawah rata-rata target nasional yaitu 9 persen,” katanya. []

The post Arahan Plt Gubernur untuk Penurunan Angka Kemiskinan di Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Drum Band Aceh Timur Tampil Memukau

Senin, 19 November 2018

Humas Aceh | 19 Nov 2018

IDI – Tim Drum Band Aceh Timur tampil memukau dalam even perlombaan Pekan Olahraga Aceh (Pora) XIII/2018 di Jantho, di Lapangan SMPN 3 Al Fauzul Kabir, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (18/11/2018).

Ratusan pengunjung dari berbagai daerah berdesakan diluar pagar yang mengelilingi arena untuk menyaksikan penampulan group Drum Band Aceh Timur. Atraksi drum band dinomor urut lima itu seperti sudah ditunggu-tunggu para pengunjung, bahkan sejumlah pejabat dari Aceh Timur juga tampak hadir menyaksikan dan memberi dukungan terhadap Tim Drum Band, seperti Ketua dan Sekretaris Koni Aceh Timur, dan Kadisparpora Ashadi, SE, MM.

“Luar biasa penampilan anak-anak drum band kita, bahkan atraksi yang mereka tampilkan terlihat begitu ikhlas dan membahagiakan. Muda-mudahan hasilnya benar-benar maksimal sesuai dengan harapan,” kata Ketua Kontigen Pora XIII/2018 Aceh Timur, H. M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, melalui Sekretarisnya, Firman Dandy, SE, M.Si.

Menurut Firman Dandy, keberadaan panitia dan official ditengah-tengah atlet bukan sebatas mendampingi, tetapi memotivasi dan memberi semangat untuk menjadi sang juara. “Ketika mampu meraih hasil yang maksimal, maka tentu pihak pertama yang bahagia adalah atlet itu sendiri, kedua orangtua, ketiga pelatih dan official serta keempat adalah nama daerah yang harum,” tuturnya.

Sementara Cabor Bola Voli Putri yang dipusatkan di Lapangan Garpu VC Lambaro, Tim Voli Putri Aceh Timur unggul atas Tim Voli Putri Simeulue dengan skor 3-1 (20-25, 25-16, 25-14, 25-11). Pertandingan Tim Voli Putri Aceh Timur ikut disaksikan Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Saiful Basiri, S.Pd, M.Pd, dan sejumlah pejabat lain serta puluhan suporter Aceh Timur

The post Drum Band Aceh Timur Tampil Memukau appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Bantuan Untuk Korban Gempa Tsunami Palu, Sigi dan Donggal Terus Mengalir dari Warga Banda Aceh

Senin, 19 November 2018

Humas Aceh | 19 Nov 2018

Banda Aceh – Bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah sampai saat ini terus mengalir dari warga Banda Aceh. 

Tak terkecuali warga dari Kecamatan Baiturrahman, atas intruksi dari Wali Kota beberapa waktu lalu, masyarakat Baiturrahman berhasil mengumpulkan bantuan sejumlah Rp.70.429.100. Bantuan ini diserahkan Camat Baiturrahman, Muhammad Rizal S STP bersama Keuchik dan Ketua RAPI kecamatan kepada Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Minggu (18/11/2018) di area Car Free Day (CFD).

Turut hadir mendampingi Wali Kota saat menerima bantuan ini, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin. Usai menerima bantuan tersebut, Wali Kota menyampaikan terimakasi kepada warga kota yang telah memberikan donasinya.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali menerima bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa dan tsunami di Palu. Terimakasih atas kepedulian warga Kecamatan Baiturrahman dan Banda Aceh secara umum. Sudah seharusnya kita saling membantu ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Wali Kota usai menerima bantuan ini.

Katanya, saat ini bantuan yang terkumpul sudah hampir Rp.600 juta dari masyarakat Banda Aceh. Dan bantuan ini akan segera diserahkan ke Sulawesi Tengah.

“Kita sedang melihat jadwal yang tepat, rencanannya dalam minggu ini akan kita kirim bantuan terlebih dahulu dalam bentuk barang. Sedangkan bantuan uang nantinya akan kita serahkan langsung,” kata Aminullah.

Sementara itu, Camat Baiturrahman, Muhammad Rizal S STP menyebutkan, menindaklanjuti intruksi Wali Kota pihak Kecamatan bersama Muspika, Mukim, Keuchik, Fokbar, RAPI dan KNPI terus bergerak menggalang bantuan dari masyarakat.

“Setelah intruksi dari Wali Kota kita langsung bergerak. Kita juga dirikan posko penggalangan dana, Alhamdulillah terkumpul Rp.70 juta lebih yang kita serahkan kepada Pak Wali hari ini,” kata Muhammad Rizal.

Selain bantuan uang, masyarakat Baiturrahman juga memberikan bantuan dalam bentuk pakaian yang semuanya terkumpul 58 dus. “Semoga bantuan dari masyarakat Baiturrahman ini bermanfaat dan dapat meringankan sedikit beban yang dirasakan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah,” harap Camat Baiturrahman.

The post Bantuan Untuk Korban Gempa Tsunami Palu, Sigi dan Donggal Terus Mengalir dari Warga Banda Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wali Kota Serahkan Bonus Untuk Peraih Medali POPDA ke 15

Senin, 19 November 2018

Humas Aceh | 19 Nov 2018

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memberikan penghargaan dan apresiasi kepada setiap warga kota yang meraih prestasi, baik prestasi dibidang agama, pendidikan maupun olahraga.

Kali ini, Wali Kota memberikan apresiasi kepada para pelajar Banda Aceh yang meraih medali di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke 15 tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Takengon bulan Mei lalu.

Bonus sejumlah Rp.244,5 juta diserahkan Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM bersama Wakil Wali Kota, Drs H Zainal Arifin, Minggu (18/11/2018) di area Car Free Day, Jalan Tgk Daud Beureueh.

“Ini bentuk perhatian dan apresiasi Pemko kepada para atlet POPDA yang meraih medali di Takengan beberapa waktu lalu,” kata Aminullah usai menyerahkan bonus.

Kedepan, Aminullah meminta seluruh atlet terus meningkatkan prestasi sehingga mampu merebut juara umum. Katanya, Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh harus menjadi barometer keberhasilan di segala bidang, baik agama, pendidikan, olahraga dan bidang lainnya.

“Semua bidang kita berikan perhatian, termasuk bidang olahraga,” kata ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota meminta seluruh atlet tidak cepat puas dan terus berlatih meningkatkan kemampuan diri.

“Jangan berhenti berlatih, jaga disiplin dan juga harus menjauhi narkoba. Prestasi kalian akan hancur kalau dekat dengan narkoba,” kata Wali Kota.

Sementara itu, Kadispora Kota, Hamdani menyebutkan total bonus yang diberikan untuk atlet peraih medali POPDA seluruhnya Rp.244.500.000. Rinciannya, peraih medali emas sebanyak delapan orang diberikan masing-masing Rp.7,5 juta setelah dipotong pajak. 14 atlet peraih medali perak masing-masing medapatkan Rp.3 juta dan 14 atlet peraih medali perunggu masing-masing diberikan bonus Rp.1,5 juta.

Sementara bonus untuk cabor beregu diberikan berbeda dibanding cabor perorangan, karena cabor beregu terdiri dari banyak atlet.

Bukan hanya para atlet, Wali Kota juga memberikan bonus kepada para pelatih. Untuk pelatih yang atletnya  meraih emas diberikan bonus Rp.5 juta, perak Rp.2 juta dan perunggu Rp.1 juta.

The post Wali Kota Serahkan Bonus Untuk Peraih Medali POPDA ke 15 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Plt Gubernur Aceh hadiri pelantikan pengurus IOF Aceh 2018 – 2022

Senin, 19 November 2018

Humas Aceh | 19 Nov 2018

Plt Gubernur Aceh hadiri pelantikan pengurus IOF Aceh 2018 – 2022

The post [Video] Plt Gubernur Aceh hadiri pelantikan pengurus IOF Aceh 2018 – 2022 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Pelantikan Penguatan Kader Posyandu Dalam Pendampingan Ibu Hamil Dan Pemanfaatan Buku KIA Tahun 2018

Senin, 19 November 2018

Humas Aceh|19 Nov 2018

Pelantikan Penguatan Kader Posyandu Dalam Pendampingan Ibu Hamil Dan Pemanfaatan Buku Kia Tahun 2018

The post [Video] Pelantikan Penguatan Kader Posyandu Dalam Pendampingan Ibu Hamil Dan Pemanfaatan Buku KIA Tahun 2018 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Dyah Apresiasi Pelaksanaan Rakerda Dekranas Aceh Timur 2018

Senin, 19 November 2018

Humas Aceh | 19 Nov 2018

Dyah Apresiasi Pelaksanaan Rakerda Dekranas Aceh Timur 2018

The post [Video] Dyah Apresiasi Pelaksanaan Rakerda Dekranas Aceh Timur 2018 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Offroad, Bukan Hobi Biasa

Minggu, 18 November 2018

Humas Aceh | 18 Nov 2018

Banda Aceh – Offroad bukan olahraga hobi biasa, dengan dukungan individu berpengalaman serta dukungan kenderaan berkemampuan khusus, offroad selalu berperan dalam kegiatan sosial dan kegiatan cinta lingkungan, bahkan pengembangan pariwisata.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menghadiri dan memberikan sambutan pada pelantika Pengurus Daerah Indonesia Offroad Federation Aceh, periode 2018-2022, di restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (17/11/2018) malam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Daerah Indonesia Offroad Federation Aceh, periode 2018-2022, yang dipusatkan di restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (17/11/2018) malam.

“Jika melihat kiprahnya selama ini, maka dapat kita simpulkan bahwa offroad bukanlah olahraga hobi semata. Seperti kita ketahui bersama, olahraga offroad selalu aktif terjun dalam berbagai kegiatan sosial, gerakan cinta lingkungan dan pelestarian alam. Dalam kegiatan tertentu, offroader juga berperan dalam pengembangan pariwisata di Aceh,” ujar Nova.

Menurut Nova, setidaknya ada lima poin yang membuat para pehobi dan komunitas offroad selalu memberi manfaat yang cukup banyak dalam setiap kegiatan mereka, pertama, sebagai wahana menyalurkan bakat di bidang olahraga otomotif.

“Penggemar otomotif di Aceh cukup banyak, dengan berbagai kegiatan yang cukup aktif. Kehadiran IOF tentu sangat bermanfaat untuk menyatukan para penggemar offroad di daerah ini, sehingga para penggemar itu dapat menjalankan kegiatan bersama-sama.”

Selanjutnya, sambung Nova, secara psikologis olahraga  ini sangat baik untuk melatih diri untuk menjadi pekerja keras yang mampu mengalahkan setiap tantangan. Sebagaimana diketahui, rute yang dilalui kendaraan offroad adalah jalur sulit, yang membutukan strategi khusus.

Menurut Nova, pada poin ini sangat dibutuhkan ketangkasan, keberanian, kewaspadaan, ketelitian  dan juga kesabaran dari pengendaranya. “Maka dari itu, olahraga ini sangat layak untuk dikembangkan, sehingga jiwa-jiwa muda yang menggemari olahraga ini dapat dilatih untuk menjadi offroader profesional.”

Selain itu, lanjut Nova, dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan para offroader ini cukup bisa diandalkan dalam membantu Pemerintah membuka celah-celah daerah yang terisolir. Dengan mengeksplorasi kawasan pedalaman, Pemerintah akan mengetahui keberadaan da kondisi masyarakat di sana.

“Hanya kendaraan offroad yang dapat menembus kawasan pedalaman yang sulit dijangkau, karena kendaraan offroad sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk melintasi daerah-daerah ekstrim. Kita tentu sering mendengar para pegiat offroad Aceh melakukan kegiatan sosial membantu masyarakat yang tinggal kawasan pedalaman,” ungkap pria pehobi Moto Gede itu.

“Peran offroader yang tidak kalah penting adalah dalam penanganan bencana, terutama yang melanda kawasan pedesaan atau wilayah yang sulit dijangkau kendaraan umum. Biasanya, setelah jalur lintas berhasil ditembus para offrroader, maka bantuan sosial dapat kita salurkan. Selama ini, offroader Aceh kerap kita andalkan sebagai tim pendahulu untuk menembus kawasan bencana itu,” imbuh Nova.

Terakhir, sambung Plt Gubernur, berbagai kegiatan offroad juga berperan dalam menghadirkan daya tarik  wisata. Dengan adanya kegiatan offroad, potensi wisata di kawasan pedalaman dapat lebih dieksplorasi dan dieksploitasi.

“Peran para offroader dalam mempromosikan potensi wisata daerah juga cukup kita andalkan. Langkah ini sejalan dengan semangat Pemerintah Aceh yang sedang giat-giatnya mempromosikan wisata di Aceh. Mudah-mudahan offroader Aceh bisa mendukung semangat ini agar Aceh dapat menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Tanah Air,” kata Nova.

Pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Pengda IOF Aceh ini meyakini, jika komunitas offroader bersatu dan aktif melakukan pengabdian bagi masyarakat, maka akan semakin banyak kegiatan yang dapat dikembangkan bersama. Sehingga olahraga offroad mampu menjadi menjadi salah satu pendukung aktivitas pembangunan di Bumi Serambi Mekah.

“Pengurus IOF Aceh harus memanfaatkan peluang ini dengan baik. Segera menyusun agenda rutin offroad di Aceh, sehingga gaung olahraga ini kian menggema di masyarakat. Ingat, tetaplah selalu membumi dan senantiasa menunjukkan contoh teladan dalam berkendara kepada masyarakat, agar keberadaan saudara dalam olahraga ini semakin memberi manfaat bagi masyarakat luas,” kata Nova.

“Selamat bekerja kepada pengurus IOF Aceh yang baru. Semoga kita dapat bekerjasama memajukan olahraga otomotif di Aceh sebagai bagian dalam memperkuat pembangunan daerah,” pungkas Plt Gubernur Aceh.

Pelantikan Pengda IOF Aceh dilakukan langsung oleh Askar Kartiwa, selaku Ketua Umum IOF Pusat. Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh Asdep Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata RI Reza Fahlevi, yang juga masuk dalam jajaran Dewan Pembina IOF Aceh.

Selain Nova Iriansyah dan Reza Fahlevi, Dewan Pembina IOF Aceh juga diisi oleh Fouzi Muhammad, Tgk Muharuddin dan M Ali Khadafi. Sedangkan posisi Ketua Umum dan Ketua Harian IOF Aceh, masing-masing di tempati oleh M Natsir dan Adnan Yacob.

 

The post Offroad, Bukan Hobi Biasa appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Plt Gubernur Aceh ajak investor lokal dan luar berinvestasi di KEK Arun

Minggu, 18 November 2018

Humas Aceh | 18 Nov 2018

Plt Gubernur Aceh ajak investor lokal dan luar berinvestasi di KEK Arun

 

The post [Video] Plt Gubernur Aceh ajak investor lokal dan luar berinvestasi di KEK Arun appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pemerintah Aceh Gelar Pertemuan dengan Deputi Kabinet RI

Jumat, 16 November 2018

Humas Aceh | 16 Nov 2018

Banda Aceh- Pemerintah Aceh menggelar pertemuan dengan Deputi Bidang Dukungan Kerja  Kabinet RI di Ruang rapat Setda Aceh, Banda Aceh (16/11/2018). Pertemuan  kedua pihak tersebut membahas tentang  pengadaan pejabat fungsional penerjemah di ruang lingkup Pemerintah Aceh.

Kepala Bpsdm Aceh, Dr. Mahyuzar menerima Asisten Deputi Sekretaris Kabinet acara monitoring dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional penerjemahan di ruang rapat Sekda Aceh, Jumat, 16-11-2018.

Pemerintah Aceh melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dr. Mahyuzar mengatakan sejak dulu sudah ada sosialisasi tentang pejabat fungsional penerjemah di Pemerintah Aceh oleh BKPP. “Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut, sementara ada 10 SKPA di ruang lingkup Pemerintah Aceh yang membutuhkan pejabat fungsional penerjemah,” ujar Mahyuzar.

Oleh karena itu, Mahyuzar mengatakan nantinya akan ada empansing atau penyesuaian Aparatur Sipil Negara. Untuk itu ia akan meminta pada setiap SKPA untuk merekomendasikan pegawai yang memiliki kemampuan dan  kemauan dalam bidang penerjemahan  untuk dibina oleh Deputi Bidang Dukungan Kerja  Kabinet RI di pusat.

Sementara perwakilan dari Badan Kepegawaian Aceh, Rizal Fahlevi menuturkan bahwa ada 10 dari 47 SKPA yang membutuhkan pejebat fungsional penerjemah. Sepuluh SKPA tersebut acap kali berkaitan dengan hubungan kerja sama dengan pihak yang menggunakan bahasa asing baik secara lisan, tulisan maupun perumusan hukum.

“Kita akan mengupayakan untuk adanya pejabat fungsional penerjemah pada 10 instansi di lingkungan Pemerintah Aceh, di antaranya Setda Aceh, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Budaya dan Pariwisata, Dinas Penanaman Modal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, Bappeda, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kominfo dan Persandian serta BPSDM Aceh,” tutur Rizal.

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet RI, Yuli Harsono menjelaskan salah satu fungsi Deputi tersebut yaitu sebagai instansi pembinaan untuk jabatan fungsional penerjemah baik di pusat maupun daerah. Sebagai instansi pembinaan pejabat fungsional penerjemah sampai saat ini sudah memiliki 174 PNS yang dibina dalam bidang tersebut pada 25 Provinsi dari 34 Provinsi di Indonesia.

“Oleh karena itu,  kami kembali ke Aceh untuk menjelaskan betapa pentingnya memiliki pejabat fungsional penerjemah. Contoh pentingnya pejabat fungsional itu ketika ada negara mitra datang mengadakan kerja sama dan berbagai agenda lainnya tentu dibutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki kemampuan menerjemah untuk berkomunikasi dan merumuskan kesepakatan agar dapat ditindak lanjuti,” ujar Yuli.

Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet, kata Yuli, siap untuk membina para aparatur di daerah mulai dari komunikasi dalam bahasa asing terutama bahasa Inggris, menulis, pembelajaran bahasa hukum dan berbagai teknis lainnya. “Apabila ada pegawai daerah sendiri yang mampu berbahasa Inggris maka bisa diberdayakan, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kerja sama seperti dalam sektor pariwisata. Maka tidak perlu lagi memakai guru bahasa Inggris,” ujar Yuli.

Kemudian, ia melanjutkan, apabila Pemerintah Aceh berkeinginan  mempunyai pegawai fungsional penerjemah maka harus melalui dua langkah yaitu pengadaan dan empansing atau penyesuaian. Selanjutnya, Pemerintah daerah mengeluarkan surat kepada Setkab Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet RI. Kemudian akan diproses sampai di SK kan pegawai yang direkomendasikan Pemerintah daerah, selanjutnya akan dibina dan dilatih.

The post Pemerintah Aceh Gelar Pertemuan dengan Deputi Kabinet RI appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.