Gambaran Umum Kabupaten

KONDISI GEOGRAFIS

 

Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu kabupaten yang sedang tumbuh dan berkembang di provinsi Aceh. Kabupaten yang terletak di pesisir pantai-barat selatan ini merupakan hasil pemekaran wilayah dari kabupaten Aceh Barat dan terbentuk secara definitive berdasarkan UU Nomor 4 tahun 2002 dan telah di tetapkan pula Suka Makmue sebagai Ibukota Kabupaten Nagan Raya. Secara geografis, kedudukan Kabupaten Nagan Raya berada pada titik koordinat antara 030.40’-04038’ Lintang Utara (LU) dan 960.11-96048’ Bujur Timur (BT). Dengan posisi ini, Kabupaten Nagan Raya berbatasan langsung dengan 4 kabupaten lainnya, yaitu Aceh Barat, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Barat Daya. Luas wilayah Kabupaten Nagan Raya mencapai 3.363,72 kilometer persegi (km2) atau setara 5,86 persen dari luas wilayah Provinsi Aceh (57.365,57 km2).

Kedudukan Kabupaten Nagan Raya yang berada di lintas jalan nasional di wilayah pantai barat-selatan Aceh, merupakan peluang strategis yang harus didayagunakan secara optimal. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dengan dukungan dari pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat akan berusaha keras menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat-selatan. Sedangkan posisi Nagan Raya yang berbatasan dengan Aceh Tengah dan Gayo Lues, memungkinkan kemitraan lintas daerah dalam menjalin transaksi perdagangan komoditas hasil pertanian, industry pengolahan, pariwisata, jasa, dan lainnya.

Sementara itu, posisi Nagan Raya yang dikelilingi Samudera Indonesia, tepatnya dibagian selatan, terbukanya peluang yang sangat besar untuk mewujudkan arus perputaran orang, barang, dan jasa melalui jalur laut, baik wilayah pantai barat-selatan maupun dengan pusat pemerintahan provinsi Aceh (Banda Aceh) dan Kabupaten Aceh Besar/sabang atau pun ke Sumatera Utara. Untuk mewujudkan peluang tersebut Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah menjajaki kerja sama dengan PT. Pelindo untuk membangun pelabuhan laut multi purphose di Kuala Tripa Kecamtan Tripa Makmur. Hal ini juga didukung dengan potensi sumber daya pesisir dan kekayaan laut yang cukup besar yang apabila dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan (Sustainable development) dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama nelayan di pesisir dan mendorong kemajuan wilayah pesisir.

 

TATA KELOLA PEMERINTAHAN

Pelaksanaan roda pemerintahan di Kabupaten Nagan Raya awal mulanya ditandai dengan plantikan Pj. Bupati yaitu tepatnya tanggal 22 juli 2002 dan tanggal itu pula sekarang dijadikan sebagai Hari Jadi Kabupaten Nagan Raya. Pada saat tersebut Kabupaten Nagan Raya hanya memiliki 5 kecamatan Induk yaitu Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, Seunagan, Kuala dan Darul Makmur. Seiring dengan berjalannya waktu dan untuk menigkatkan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat, sampai saat ini telah dimekarkan kecamatan menjadi 10 kecamatan yang di bagi dalam 27 kemukiman dan 222 Gampong/ Desa dan lembaga Eksekutif yang ada di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya, secara susunan organisasi tahun 2012 terdiri dari 16 Dinas, 14 Lembaga teknis (badan dan kantor). Diawal-awal terbentuknya Kabupaten Nagan Raya, untuk melaksanakan pelayanan kepada masyarakat Pusat Pemerintahan di terletak di Jeuram Kecamatan Seunagan. Hal ini disebabkan Komplek Perkantoran Suka Makmue belum selesai pembangunannya dan pada Tahun 2008 Pusat Pemerintahan baru mulai pindah ke lokasi yang saat ini kita berada.

Dalam rangka pelaksanan tata kelola pemerintah yang baik khusunya dalam pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan ketentuan uadang – undang atau peraturan yang berlaku, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah mendapatkan suatu apresiasi teritnggi dari badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yaitu dengan mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih selama 4 kali berturut – turut yaitu sejak tahun 2008-2011. Dan ini menjadi suatu kebanggaan tersindiri bagi Pemerintah dan seluruh masyarakat Nagan Raya karena dari sekian banyak kabupaten yang ada di pesisir barat Provinsi Aceh, hanya Nagan Raya yang mampu mendapatkan predikat tersebut. Kedepan kita harapkan dengan kerja keras dan komitmen dari semua pihak, kembali kita akan mendapatkan penghargaan serupa atau bahkan yang lebih tinggi.

 

Kependudukan dan Tenaga Kerja

Penduduk Kabupaten Nagan Raya pada awal terbentuknya tahun 2002 berjumlah 142.519 jiwa. Angka tersebut naik drastis hingga mencapai 145.108 jiwa pada tahun 2004, atau rata – rata naik 0.60 persen/tahun. Namun, pasca tsunami penduduk Nagan Raya menurun yaitu hanya tinggal 124.340 jiwa. Penurunan ini diyakini akibat bencana tsunami, di samping disinyalir sebagian kecil penduduk telah berpindah ke tempat lain, sedangkan pada tahun 2010 penduduk Nagan Raya tercatat berjumlah 139.663 jiwa dan pada tahun 2011 penduduk Nagan Raya berjumlah 142.861 jiwa.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Nagan Raya terus mengalami penurunan. Dari 26,22 persen pada tahun 2009 turun menjadi 23,38 persen pada taun 2011. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Nagan Raya berdasarkan pendapatan pada tahun 2011 sejumlah 66.339 orang shingga angka tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 66,44 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nagan Raya adalah sebesar 4,74 persen atau sebesar 4.732 orang. Dari angka tersebut diatas menunjukan bahwa jumlah tenaga kerja di Kabupaten Nagan Raya sanat banyak dan hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mewujudkan atau menciptakan lapangan kerja yang memadai sehingga diharapkan akan mengurangi angka pengangguran.

 

PEMBANGUNAN DAERAH

  1. Pembangunan Sektor Infrastruktur

Pembangunan Infrastruktur telah dimulai sejak tahun 2003, yang terutama di fokuskan pada pembunganan sarana dan prasarana perkantoran di Suka Makmue serta pembangunan sarana transportasi jalan dan jembatan . dalam mendukung kelancaran transportasi Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya terus melaksanakan pembangunan. Pembangunan jalan kabupaten, baik dengan menggunakan aspal hotmix ataupun dengan peningkatan jalan terus dilaksanakan. Pada tahun 2012 sepanjang 392,75 km telah dilaksanakan pembangunannya baik yang sumber dananya dari APBK Nagan Raya, APBA, APBN  maupun dana Otsus. Sampai dengan saat ini tinggal 17,82 persen atau sepanjang 70,00 km jalan dalam kondisi permukaan tanah. Pembangunan jalan provinsi dan jalan nasional juga harus ditingkatkan. Dimana dari sepanjang 82 km jalan provinsi kondisinya sudah beraspal dan ruas jalan nasional sepangjang 78 km seluruhnya telah beraspal sehingga sangat lancar dan nyaman di lalui pengguna jalan.

 

Disamping transportasi darat, jalur transportasi laut juga sangat berperan dalam mendukung kelancaran perputaran orang, barang dan jasa. Namun, aktivitas jasa transportasi laut Nagan Raya belum berkembang. Kondisi ini berkaitan erat dengan belum tersedianya sarana dan prasarana pendukung seperti pelabuhan. Dan kedepan dengan telah ditandatangani kerjasama dengan PT. Pelindo dalam pembangunan Pelabuhan Multi Purphose di Kuala Tripa diharapkan perkembangan transportasi laut akan dapat berkembang dengan baik.

 

Pembangunan transportasi udara yaitu Peningkatan Banda Udara Cut Nyak Dien di Gampong Kubang Gajah Kecamatan Kuala Pesisir terus ditingkatkan dari tahun ke tahun guna mewujudkan keinginan masyarakat berpergian dari Nagan Raya ke luar daerah, atau sebaliknya. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, pada tahun 2012 dan juga pada dalam tahun 2013 ini telah menyediakan anggaran dalam rangka pengadaan tanah untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Cut Nyak Dien dan juga pembangunan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

 

Pekembangan teknologi informasi, belum sepenuhnya terwujud di Nagan Raya. Layanan internet sebagai kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi yang aktual dan cepat relative belum berkembang di daerah ini. Minimnya dukungan infrastruktur teknologi informasi, disamping  belum berkembangnya investasi dunia usaha/swasta di sector tersebut merupakan penyebab terbatasnya layanan internet. Sebaliknya, layanan komunikasi berupa telepin seluler/handphone sudah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.

 

Pelayanan listrik di Kabupaten Nagan Raya dikelola PT. PLN (Persero) Wilayah I-Cabang Meulaboh. Selain berasal dari system kelistrikan tertutup yang berasal dari PLTD, pasokan listrik diwilayah barat dan selatan, termasuk Kabupaten Nagan Raya mendapatkan bantuan pasokan dari pembangkit listrik tenaga uap milik Media Group dengan kapasitas 15 MW. Pasokan listrik dari PLTU tersebut selama kurun waktu dua tahun terakhir berjalan normal.

 

Untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan listrik dari tahun ke tahun kian meningkat, Pemerintah dalam hal ini PT. PLN Persero telah selesai membangun OLTU 2 x 110 Mega Watt (MW) di Suak Puntong, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya dan telah mulai beroprasi sejak januari 2013 yang lalu. Pembangunan PLTU Nagan Raya diwujudkan untuk mendukung stabilitasi distribusi antara wilyah pantai timur, tengah, dan panatai baart, serta wilayah selatan Aceh.

 

  1. Pembangunan Sektor Ekonomi

Selain pembangunan pada sekotr infrastruktur, pembangunan sektor ekonomi telah pula menunjukan keberhasilan yang cukup besar. Pembangunan sektor ekonomi diarahkan pada subsektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan industry serta perdagangan. Kabupaten Nagan Raya mempunyai lahan baku sawah mencapai 18.895 ha dengan tingkat produktivitas mencapai 4,6 ton/ha. Untuk meningkatkan kualitas mutu beras, telah pula dibangun 1 (satu) unit kilang padi modern yaitu RMP di Komplek BBU Pulo Ie kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Disamping pertanian padi sawah, tanaman hortikultura lainnya juga tidak luput dari pembangunan yang telah dan akan dilaksankan.

 

Selain pembangunan pada sektor pertanian, sektor perkebunan juga menjadi salah satu produk unggulan/andalan Kabupaten Nagan Raya yaitu komoditi kelapa sawit, kelapa dalam, karet, kopi, kakao, buah naga dan nilam. Khusus untuk komoditas kelapa sawit, di Kabupaten Nagan Raya terdapat 17 buah perusahaan yang menanamkan modalnya baik PMDN atau pun PMA dengan luas areal mencapai 72.420 Ha dengan prduksi mencapai 280.164 Ton/Tahun Tandan Buah Segar (TBS) . Pabrik Kelapa Saeit (PKS) yang terdapat di Nagan Raya sejumlah 5 (lima) unit dengan prduksi CPO mencapai 34.926 Ton/Tahun.

Sedangkan Luas perkebunan rakyat untuk komoditi kelapa sawit yang tersebar di semua kecamatan dalam kabupaten nagan Raya mencapai 38.649 ha dengan produksi mencapai 141.561 ton/tahun.

Perkebunan komoditi karet di kabupaten Nagan Raya, dengan luas areal mencapai 8.300,5 ha dengan produksi mencapai 3.631,9 ton/tahun. Komoditi kakao/coklat di Kabupaten Nagan Raya mempunyai luas perkebunan coklat 2.498 Ha, sementara produksinya 569 ton/tahun.

Tanaman buah naga di Kabupaten Nagan Raya cukup menjanjikan, karena buah naga merupakan komoditi yang sangat berguna bagi protein tubuh dan kesehatan. Saat ini pengembangan buah naga terdapat di Kecamatan Kuala Pesisir dengan luas areal mencapai 20 Ha.

Pada sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Nagan Raya mempunyai panjang garis pantai lebih kurang 74,4 Km yang diperuntukkan bagi perikanan tangkap. Unutk memudahkan bagi nelayan telah pula dibangun 1 (satu) unit PPI di Kuala Tuha Kecamatan Kuala Pesisir. Perikanan darat dititik baratkan pada pengembangan kolam ikan air tawar dan juga pengembangan Balai Benih Ikan yang terdapat di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Seunagan.

Pembangunan sektor peternakan dititik baratkan pada komoditi sapid an kerbau, yang diarahkan untuk memenuhi swasembada kebutuhan konsumsi ternak di Kabupaten Nagan Raya dan Provinsi Aceh. Jenis komoditi ternak yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Nagan Raya adalah ternak sapi, kerbau, itik dan kambing.

Sapi potong merupakan komoditi unggulan yang cukup potensial dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya. Melalui APBD provinsi dan APBD Kabupaten sejak tahun 2004 sampai sekarang telah mengalokasikan dana sebesar ± 3.4 milyar untuk pengembangan Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Padang Turi sebagai pusat penggemukan dan pembibitan serta sarana pendidikan dan penelitian bagi masyarakat peternak dan petani serta mahasiswa.

Kabupaten Nagan Raya mempunyai potensi sumber daya hutan dengan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi yang dapat memberikan manfaat yang sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat apabila dikelola dengan baik dan bijaksana. Kabupaten Nagan Raya memiliki wilayah hutan 156.449,10 ha, didalamnya terdapat hutan lindung 74.335 ha, hutan produksi tetap 14.750, hutan produksinya terbatas 26.657 ha, hutan yang dapat dikonversikan 20.294 ha serta hutan rakyat 20.413 ha.

Sektor pertambangan di Kabupaten Nagan Raya mempunyai potensi yang cukup besar yaitu Batubara, Emas, Grabit dan lainnya. Khusus Batubara saat ini telah ada 1 perusahaan yang melakukan eksploitasi dari beberapa perusahaan yang telah memiliki izin eksplorasi. Sedangkan pada sumber bahan tambang emas, masih dalam tahap eksplorasi.

Pengembangan sektor industri di Kabupaten Nagan Raya diarahkan pada tiga sasaran pokok, yaitu pengembangan industri kecil, industri menengah dan industri besar. Industri kecil merupakan kegiatan strategi untuk menyerap lapangan kerja disektor informal. Termasuk dalam industri kecil adalah kerajinan bamboo dan kerajinan kasab. Hingga kini belum banyak investor yang secara komersial bermitra secara saling menguntungkan. Maka program kemitraan dengan industri kecil yang didasarkan atas prinsip – prinsip profit oriented merupakan peluang investasi yang cukup cerah.

Industri menengah juga masih belum juga mendapatkan perhartian dari para investor. Memang telah ada beberapa lembaga perbankan yang memberikan modal usaha pada industri menengah seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) . Akan tetapi modal usaha yang diberikan oleh pihak perbankan belum cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran adalah industri gergajian, industri remiling karet, pengolahan ikan .

  1. Sector Pendidikan,Kesehatan Sosial, Budaya dan Agama

Pembangunan sektor sosial, Budaya dan Agama yang telah dilaksanakan meliputi pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, syariat islam dan social budaya lainnya serta transmigrasi. Pembangunan pendidikan di fokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan sarana prasarana lainnya. Jumlah sekolah di Kabupaten Nagan Raya, yang terdiri dari SD sejumlah 129 Unit, SLTP 31 Unit, SLTA 17 Unit, SMK 2 Unit dengan tenaga pendidik sejumlah 2.842 orang.

Pada sektor kesehatan Kabupaten Nagan Raya telah memiliki 1 unit Rumah Sakit Umum Daerah yang sekarang berganti nama menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang terdapat di ujong Patihah Kec. Kuala. Pembangunan RSUD tersebut atas kerja sama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Caritas Switzerland pada tahun 2008. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Nagan Raya sebanyak 12 unit. Pembangunan sektor sosial lainnya di arahkan pada pembangunan sarana dan prasarana peribadatan dan social masyarakat.

Pembangunan Transmigrasi di Kabupaten Nagan Raya telah ada sejak wilayah ini masih bergabung dengan Aceh Barat. Penempatan Transmigrasi dimulai sejak taun 1980 s/d 1988 dengan jumlah sebanyak 4.730 KK atau 20.382 jiwa yang tersebar di 12 UPT. Pasca konflik warga transmigrasi yang kembali ke lokasi sejumlah 2.496 KK atau 8.818 jiwa. Kedepan dalam rangka pengembangan transmigrasi baik Translok atau Trans umum, Kabupaten Nagan Raya masih tersedia  areal  seluas 10.035 Ha. Prioritas Pengembangan Transmigrasi untuk tahun 2014 dan 2015 terdapat 4 lokasi pengembangan yaitu Keutubong Tunong Desa Kabu Tunong Kecamtan Seunagan Timur, Gampong Blang Meurandeh/Alue Batee Nuasah, Gampong Babah Suak/krueng Sangoi dan Gampong Blang Puuk/jagong Jeget Kec. Beutong Ateuh Banggalang.

 

VISI DAN MISI

Visi Kabupaten Nagan Raya Tahun 2012 – 2017 adalah “ Mewujudkan Kabupaten Nagan Raya sebagai sentral Pertumbuhan Kawasan Barat Selatan Aceh yang Maju, sejahtera dan mandiri berlandaskan Syariat Islam dengan tumpuan sektor Agribisnis dan ekonomi rakyat”

Dari Visi tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah menyusun misi pembangunan untuk kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan yaitu :

  1. Mengimplementasikan dan menjalankan Syariat Islam secara kaffah;
  2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi;
  3. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab;
  4. Mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan berbasis pembangunan berkelanjutan;
  5. Mewujudkan sektor agribisnis sebagai leading sector dalam mendorong percepatan ekonomi rakyat;
  6. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas;
  7. Mewujudkan kemandirian energi listrik dalam mendukung Kabupaten Nagan Raya sebagai pusat investasi kawasan barat selatan Aceh;
  8. Mewujudkan Bandara Cut Nyak Dien sebagai gerbang udara masuknya wisatawan domestik dan asing di kawasan barat selatan Aceh;
  9. Mewujudkan Pendaptan Asli Daerah (PAD) dalam struktur penerimaan darah; dan
  10. Mewujudkan zona pembangunan di setiap Kecamtan berdasarkan potensi, keunikan dan karaktersitik wilayah.

Dari visi dan misi yang telah di tetapkan di atas, program prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan selama kurun waktu 2012 – 2017 tertuang dalam 6 (enam) pilar pembangunan, yaitu :

  1. Penegakan Syariat Islam secara kaffah;
  2. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat Nagan Raya;
  3. Peningkatan kualitas pendidikan;
  4. Pemberdayaan ekonomi masyarakat;
  5. Terciptanya ketertiban dan ketentraman dalam masyarakt;
  6. Penanaman Investasi dan Pendapatan Asli Daerah.

 

Untuk mengimplementasikan kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Nagan Raya dari Visi dan Misi Bupati Nagan Raya Tahun 2012 – 2017, yang menjadi agenda utama ( Action Plan ) pembangunan Kabupaten Nagan Raya dalam skala besar adalah sebagai berikut :

  1. Pembangunan pelabuhan Laut Multi Purphose di Kuala Tripa Kecamtan Tripa Makmur ;
  2. Pengembangan dan pembangunan kawasan Kota Transmigrasi Mandiri ( KTM ) Suka Makmue dan pembinaan transmigrasi di 12 UPT dan 2 Pemukiman Transmigrasi Baru ( PTB ) serta transmigrasi nelayan;
  3. Pembangunan Kawasan Agropolitan (Kebun Buah) Krueng Isep Kecamtan Beutong;
  4. Peningkatan dan Perluasan Landasan Pacu ( Run Way ) Bandara Cut Nyak Dien Nagan Raya;
  5. Peningkatan dan pembangunan serta pembangunan kawasan Ibukota Suka Makmue;
  6. Peningkatan Kualitas dan derajat kesehatan melalui pembangunan sarana dan prasarana Puskesmas Rawat Inap ke Kecamtan;
  7. Pengembangan kawasan kota perdagangan simpang peut dan pasar induk tradisional terpadu;
  8. Peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia melalui Balai Latihan Kerja Terpadu ( BLT-T) dan workshop Kabupaten Nagan Raya;
  9. Peningkatan dan pembangunan jalan dan jembatan serta normalisasi sungai sekitar DAS dan membuka isolasi daerah tertinggal;
  10. Peningkatan PAD